Hello,

Reader

Penguatan Ketrampilan Kreativitas Tari di Sanggar Haroan Bolon Simalungun
Sanggar Tari Haroan Bolon
Penguatan Ketrampilan Kreativitas Tari di Sanggar Haroan Bolon Simalungun

Sanggar tari Haroan Bolon di Kabupaten Simalungun merupakan sebuah sanggar yang bertujuan memelihara kelangsungan budaya (tari) Simalungun, selain melakukan pengembangannya untuk menjawab era tari kreasi baru saat ini. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan sanggar tari ini masih merupakan hasil latihan biasa yang rutin dilakukan, namun belum menunjukkan komponen koreografi yang maksimal.

Antusias siswa yang besar dalam mengikuti pembelajaran tari perlu direspon dengan optimal oleh pimpinan sanggar, Jamin Purba, S,Pd., M.Sn. Beliau, kemudian menyetujui program kerjasama yang diusulkan oleh tim pengabdian UNIMED untuk melakukan penguatan di beberapa hal yang berhubungan dengan tari etnis Simalungun dan pertunjukkannya. 

Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Medan, Ruth Hertami, M.Si., Ph.D, Dilinar Adlin, M.Pd, dan Ika Pirnamasari, S.Pd., M.Si melakukan penguatan ketrampilan kreativitas tari bagi siswa di sanggar ini. Pelatihan yang dilaksanakan meliputi pemahaman dan penguasaan terhadap cerita/legenda dari Simalungun yang bersifat kesejarahan/folklor yang disampaikan oleh Ika Purnamasari, M.Si. Selanjutnya, penguatan teknik gerak baku tari Simalungun dilakukan oleh Dilinar Adlin, M.Pd dibantu oleh tiga orang mahasiswa, yaitu Hilda Nasution, dan Amalia Azura.

Setelah para siswa memahami satu cerita rakyat Simalungun, serta menguasai teknik gerak baku etnis Simalungun, ketua tim pengabdian Ruth Hertami, M.Si., Ph.D  dibantu oleh Rahman kemudian melakukan penguatan kreativitas siswa dengan menyusun komposisi baru tari dengan lagu Pining Anjei sebagi lagu pengiring. Tari ini dikenal secara umum sebagai tari Manduda. 

Penguatan kreativitas ini sekaligus mengoptimalkan pemahaman siswa di sanggar tari Haroan Bolon tentang istilah-istilah yang digunakan dalam koreografi tari, seperti: 1) penguasaan ruang tempat menari, meliputi: Up center right to up center left, One  circle at center, Down center left to  up center right, Up center left to down center right, dan Arround the stage; 2) ruang tubuh, meliputi:  Normal position, Low and normal position, dan High, nomal and low position.

Saat diwawancarai, ketua tim pengabdian, Ruth Hertami, M.Si., Ph.D, serta anggota tim Dra. Dilinar Adlin, M.Pd serta Ika Purnamasari, M.Si mengatakan, tujuan kegiatan memberi pembinaan penguatan kreativitas tari kepada siswa sanggar, dengan lebih dulu memberi pemahaman yang kuat akan sumber cerita lokal Simalungun sebagai sumber garapan serta menguasai teknik gerak baku tari tradisi Simalungun dengan baik, akan melahirkan sebuah garapan baru dengan kualitas estetika yang maksimal.

Metode pelatihan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini terbagi dalam dua tahapan, yaitu: a) Tahap pembimbingan, untuk menguasai teknik gerak tari Simalungun; b) Tahap pemantapan, yaitu penyesuaian gerak tari dengan musik pengiring serta pemantapan wirasa dalam gerak tari dengan musik pengiring.


#TariHaroanBolon #Simalungun #Budaya

Komentar Anda
Komentar