Hello,

Reader

PPI Australia Pusat Fokus Bantu Pengembangan Pendidikan di Tanah Air
Ilustrasi pelajar
PPI Australia Pusat Fokus Bantu Pengembangan Pendidikan di Tanah Air

Jakarta, HanTer - Pasca sukses menggalang dana guna membantu korban bencana di Palu-Donggala dan Bali-NTT, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia Pusat, fokus berpartisipasi membantu pengembangan dunia pendidikan di tanah air.

Presiden PPIA Pusat, Hakam Junus, mengatakan, pihaknya kini tengah fokus membangun sebuah rumah baca di kawasan Raja Ampat, Papua. Selain itu, pihaknya berencana mengirim volunteer guna membantu pendidikan generasi muda dikawasan tersebut.

Adapun program yang bernama Ilmu Untuk Anak Bangsa (IUAB), awalnya merupakan gagasan dari PPIA cabang negara bagian Victoria (PPIA VIC) yang kemudian bekolaborasi dengan PPIA Pusat. Program IUAB juga mendapat dukungan dari kalangan artis, salah satunya Chelsea Islan selaku brand ambassador dari program IUAB. 

"Kolaborasi dan Sinergi yang terjalin antar organisasi pelajar Indonesia di Australia yang bernaung dibawah PPIA serta organisasi masyarakat lainnya di Australia seperti ICC tentunya dapat membawa manfaat bagi kemajuan tanah air kita Indonesia," kata Hakam saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Hakam yang kini sedang menempuh studi Doktoral di University of Wollongong Australia ini berharap, nantinya terjalin kolaborasi lanjutan antar elemen masyarakat Indonesia di Australia yang dapat bermanfaat untuk tanah air.

Disisi lain, Hakam mengungkapkan, sebagai wujud rasa solidaritas dan kemanusiaan terhadap korban bencana di Palu-Donggala, pihaknya berhasil menggalang dana sebesar US15,000 atau sekitar Rp158,982,750 untuk disumbangkan kepada korban bencana gempa tersebut.

Proses penggalangan dana, didukung oleh 8 PPIA cabang negara bagian (ACT, NSW, VIC, QLD, SA, NT, TAS dan WA) dan 33 PPIA ranting universitas bekerjasama dengan organisasi pelajar dan komunitas masyarakat Indonesia diseluruh Australia.

Dana kian bertambah menjadi US26.242 atau sekitar Rp278.184.881, tatkala PPIA bekerjasama dengan Indonesian Community Council (ICC) di New South Wales. Jumlah tersebut, kata dia, diharapkan dapat membantu proses rehabilitasi pasca bencana.

Dana tersebut, lanjut Hakam, akan segera di distribusikan kepada para korban bencana Palu-Donggala. Ia mengungkapkan, Ketua ICC Bapak Endhi Dharma dan Bendahara ICC Ibu Susan pun turut turun langsung ke lokasi bencana guna menyalurkan bantuan tersebut.

"Semoga kontribusi kecil kami di diaspora ini dapat memberikan sedikit keringanan untuk saudara-saudara kami ditanah air yang ditimpa bencana,” tukas Hakam.

Sebelumnya, PPIA juga bekerjasama dengan Forum Academia NTT untuk membantu korban gempa Bali-Lombok dengan donasi sebesar US3.000 atau sekitar Rp31.796.550 yang langsung disalurkan seluruhnya kepada korban.


#Bantuan #bencana #gempa #PPIA #Pendidikan #Australia #Indonesia

Komentar Anda
Komentar