Hello,

Reader

Kunjungi PT Timah, BPJS-TK Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Lion Air
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif berfoto bersama lima ahli waris korban Lion Air JT610 saat penyerahan santunan. (Safari)
Kunjungi PT Timah, BPJS-TK Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Lion Air

Pangkal Pinang, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) membayarkan santunan Hak Jaminan Sosial untuk ahli waris jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 48 kali dari gaji yang diterima.

Berdasarkan data resmi hasil identifikasi Mabes Polri ada 7 korban kecelakaan pesawat tersebut yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari 7 korban tersebut 4 di antaranya adalah karyawan PT Timah Tbk dan 1 karyawan RS. Bakti Timah.

Santunan BPJS Ketenagakerjaan untuk 5 korban tersebut diterima oleh ahli waris yakni Dini Wahyu Wismaningsih, keluarga dari Cosa Rianda Shahab, Siti Anbiya GhaasyiyaIshimi Chi, keluarga dari Trie Yudha Gautama, Serly Oktaviani keluarga dari Filzaladi, Fitriyanti, keluarga dari Nikky Bagus Santoso, dan Wilson Sandy, keluarga dari Dede Anggraini (RS. Bakti Timah)

Dalam kesempatan itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif menyampaikan bela sungkawa adanya karyawan PT Timah Tbk yang menjadi korban kecelakaaan pesawat Lion Air JT 610.

Krishna menyebut, pemberian santunan terhadap korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 menunjukan tanggung jawab dan kepedulian negara kepada setiap individu di wilayah Indonesia.

"Kami dari BPJS Ketenagakerjaan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya terhadap para korban. Kami mendoakan semoga almarhum yang menjadi korban khusnul khatimah, dimaafkan dosa-dosanya dan yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan," ujar Krishna saat memberikan sambutan, Selasa (4/12/2018).

Krishna menuturkan, BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan hukum publik ingin memberikan pelayanan dan kepastian atas hak peserta. Saat ini pihaknya masih menunggu identifikasi dari Mabes Polri. Dari data resmi Mabes Polri berhasil identifikasi 7 korban yang merupakan peserta dari Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang. Sementara dari 7 korban tersebut 4 korban dari pekerja dari PT. Timah, dan 1 dari RS Bakti Timah.

"Hasil ini tentunya belum final karena masih terdapat beberapa nama lagi yang belum berhasil diidentifikasi, dan untuk ini kami menunggu keterangan resmi pihak berwenang dalam menentukan nama yang resmi dinyatakan sebagai korban," paparnya.

Krishna memaparkan, korban dalam kecelakaan ini digolongkan kecelakaan kerja bilamana korban sedang berada dalam perjalanan dinas atau sedang melaksanakan pekerjaannya, juga ada yang tidak tergolong dalam kecelakaan kerja atau tidak sedang dalam perjalanan dinas.

Kedua kategori ini memiliki hak yang berbeda, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan bagi pekerja dari risiko terjadinya kecelakaan saat bekerja atau bertugas.

Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak atas santunan sebesar 48x upah yang dilaporkan dan juga beasiswa untuk 1 orang anak pekerja. Namun untuk kejadian meninggal dunia di luar kecelakaan kerja, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 24 juta. Dan jika kepesertaan telah mencapai 5 tahun, maka akan diberikan pula beasiswa untuk 1 orang anak.

"Selain manfaat JKK dan JKM, saldo JHT (Jaminan Hari Tua) yang bersifat tabungan juga diberikan kepada ahli waris yang sah," paparnya.

Krishna pun menghimbau kepada masyarakat usia produktif untuk mendaftar dan mendapatkan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan karena risiko dapat hadir kapan saja dalam waktu yang tidak diketahui. Oleh karena itu perlu ada perlindungan dari dana sosial. Karena negara atau pemerintah harus hadir untuk memberikan perlindungan untuk setiap warga negara.

"Kita selalu berulang kali mengingatkan setiap pihak warga negara bahwa ini adalah hak asasi. Kita perlu dilindungi oleh jaminan sosial secara komprehensif," tegasnya.

Direktur Utama T Timah Tbk. Reza Pahlevi Tabrani berterima kasih atas santunan dan pelayanan yang telah diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Santunan yang diberikan sangat bermanfaat untuk keluarga korban yang ditinggalkan.

Reza menegaskan selama ini pihaknya juga taat atas aturan yang ditetapkan BPJS Ketenagakerjaan. "Semoga santunan ini bisa dimanfaatkan sebaik - baiknya, bisa digunakan untuk pendirian putra - putri korban. Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi," paparnya.

Dalam santunan ini dihadiri juga Kita Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bangka Belitung, Ceppy Nugraha. Dalam santunan ini juga ada tausiah dan pembacaan doa yang disampaikan oleh Ustadz Suryadi. Sempat ada isak tangis saat pemberian santunan. 

 


#BPJS #Lion #Air #santunan

Komentar Anda
Komentar