Hello,

Reader

Biaya Politik Mahal Picu Wakil Rakyat Korupsi
Istimewa
Biaya Politik Mahal Picu Wakil Rakyat Korupsi

Jakarta, HanTer - Ongkos  politik untuk menuju kursi DPR RI disebut-sebut memakan banyak biaya dari Rp300 juta, ada yang butuh Rp43 miliar untuk mendapat satu kursi. Hal itu sempat diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berdasarkan pengalamannya menjadi pengurus partai.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (Infra), Agus Chaerudin, menilai, cost sebesar itu tak sebanding dengan gaji anggota DPR saat menjabat nanti. Sehingga, lanjut dia, kecil kemungkinan gajinya saat menjabat nanti dapat mengembalikan cost politik saat kampanye.

"Kebanyakan anggota DPR tidak balik modal kampanye. Apalagi, kalau pengeluaran modalnya sangat besar di atas rata-rata," ujar Agus di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kendati mahalnya biaya untuk menjadi caleg, antusias masyarakat Indonesia pun masih terbilang tinggi.Terbukti, rata-rata partai politik mendafarkan 80 dapil dengan total 575 caleg DPR RI.

"Menjadi caleg motivasinya banyak, saya tidak tahu secara rinci alasan masing-masing orang.Tapi, memang ada yang secara idealisting untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat, dan ada juga sepertinya hanya ingin mengubah nasib setelah selama ini menjadi orang biasa dan dianggap memiliki kekuasaan," ungkapnya.

Karena itu, ia tak merasa heran bilamana saat caleg sudah menjadi anggota legislatif dan memiliki kekuasaan, maka tindak pindana korupsi tak bisa dihindarkan lagi. Apalagi menelisik saat caleg tersebut berkampanye dan mengeluarkan dana cukup besar.

"Saat caleg tersebut mempunyai kekuasaan bisa memiliki penghasilan dari berbagai macam sumber, seperti penghasilan ilegal.Apalagi terdapat motivasi juga untuk mengembalikan pengeluaran besar saat dimasa kampanyenya," katanya.

Kualitas 

Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus, memprediksi kualitas hasil Pileg 2019 tidak akan menjadi lebih baik dari anggota legislatif saat ini. Sebab, ketidakseriusan parpol mempersiapkan kader menjadi akar masalah.

Ia memperkirakan calon anggota legislatif (caleg) yang berkontestasi pada Pemilihan Legislatif 2019 akan didominasi wajah-wajah lama dan tak asing.  "Saya pikir caleg juga didominasi oleh politikus yang gagal dalam Pilkada dan loncat ke Pileg," ujar Lucius di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Sebelumnya diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui ongkos politik untuk menuju Senayan memang mahal.Tjahjo membeberkan hal itu berdasarkan pengalamannya menjadi pengurus partai.

"Saya pengalaman sekjen partai, ada yang cukup Rp300 juta untuk menjadi anggota DPR, ada yang butuh Rp43 miliar untuk mendapat satu kursi," kata Tjahjo dalam konferensi pers Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Selasa (4/12/2018).

Tjahjo mengaku angka-angka itulah yang menjadi taksiran para calon anggota legislatif harus merogoh koceknya.Terlepas dari itu, Tjahjo mengaku tangan pemerintah terbatas untuk memberantas racun demokrasi. 

Ia menjelaskan, racun demokrasi yang dimaksud adalah politik uang dalam proses pemilihan pejabat daerah, anggota DPR, hingga presiden dan wakil presiden.


#Politik #Pemilu #KPU

Komentar Anda
Komentar