Hello,

Reader

Poom Saksansin Jaga Mood Jelang Perebutan Gelar
Pegolf Thailand Poom Shaksansin memimpin sementara perolehan poin setelah tampil baik dalam turnamen golf BNI Indonesian Masters di RJGC Halim, Sabtu (15/12/2018).
Poom Saksansin Jaga Mood Jelang Perebutan Gelar

Jakarta, HanTer - Permainan luar biasa diawali Poom Saksansin dengan meraup 67 pukulan atau 5 pukulan di bawah par (6-under 67). Torehan itu kian spektakular ketika di hari ke-2 ia borong 9-under 63 sehingga total 14-under 130. Ia pun memimpin leaderboard sementara di BNI Indonesian Masters, Sabtu (15/12/2018).

Posisi itu dipertahankan Saksansin setelah di putaran 3 ajang berhadiah total US$ 750.000 itu, meski Sabtu (15/12/2018), ia hanya menoreh 2-under. “Tak ada strategi khusus. Saya pelihara mood saya dengan selalu berbahagia. Tapi, memang di sini angin sangat berpengaruh,” kata Saksansin.

Dengan selalu menjaga mood positif itu Saksansin mengaku tak gentar head to head dengan pesaing terberatnya, Henrik Stenson. Terlebih, ia juga senang bisa berebut gelar secara langsung dengan Stenson, yang notabene adalah idolanya.

Meski begitu Saksansin juga tak meremehkan pesaing lain yang juga pegolf-pegolf kelas dunia. Tak heran jika kiprah Saksansin dan Stenson menjadi lebih menarik di RJGC. Di sisi lain, secara pribadi mereka punya cerita tersendiri di BNI Indonesian Masters.

Jika juara berarti Stenson jadi debutan yang sukses. Ini memang jadi kali pertama Stenson hadir di ajang berhadiah total US$ 750.000.

Saksansin sendiri bukan penghuni baru BNI Indonesian Masters. Pada 2016, pegolf berusia 22 tahun itu sudah berjaya, bahkan dengan status special pula, yakni sebagai juara termuda tur yang bernaung di PGA Asian Tour itu.

Berbicara jam terbang, Stenson lebih dulu menancapkan kukunya di kancah golf dunia. Selain tur-tur open, ia juga punya gelar dari tur major. Stenson merengkuh trofi tur major pertamanya pada 2016, saat juarai the Champion.

Sukses itu membawa Stenson berkibar lewat anugerah European Tour Golfer of the Year. Penghargaan serupa pernah diterimanya sebelumnya, yakni seusai juarai FedEx Open 2013. Kini, Stenson menempati peringkat 27 dunia.

Bukan hanya di single event, Stenson juga bersinar di kancah pesta multievent olahraga dunia. Pegolf Swedia berpostur 188 cm dan 86 kg itu meraih medali perunggu Olimpiade, 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

Jelang head to head bersama Saksansin dalam perburuan gelar di BNI Indonesian Masters tahun ini, Stenson pun masih optimis untuk membuktikan diri sebagai pegolf sejati saat bertanding pada akhir sesi di Royale Jakarta Golf Club (RJGC), Pondok Gede Jakarta Timur, Minggu (16/12/2018).

"Memang cukup berat. Saksansin fantastik, tapi saya akan berusaha bermain baik, terutama mengantisipasi angin, dan juga kondisi padang golf. Begitu menemukan gaya yang mumpuni, saya akan bermain agresif,” tutur Stenson.

Stenson menyebut, kesulitan terbesar selama tarung di BNI Indonesian Masters adalah cuaca, terutama angin yang sangat kencang sehingga ia perlu mempertimbangkan matang-matang pukulannya agar dapat melontar bola pada posisi yang diinginkan demi produksi birdie.

Dari ayunan stik golfnya, kiprah Stenson juga tergolong manis. Di 3 putaran, ia mengoleksi 4 pukulan di bawah par sehingga total catatkan 13-under 203 pukulan. Kiprah Stenson juga tak kalah menarik. Di putaran 1 ia buat 5-under, dilanjutkan dengan 5-under.

Pada bagian lain, Indonesia sebagai tuan rumah BNI Indonesian Masters juga gelontorkan kisahnya. Adalah Danny Masrin yang menjaga citra tuan rumah. Ia jadi satu-satunya pegolf lokal yang terobos fase cut off, setelah bukukan event atau sesuai par, 144 pukulan.

“Saya akan istirahat jelang putaran final. Saya ingin benar-benar rileks tak memikirkan golf buat sementara. Tapi, saya sudah punya game-plan dan strategi akan disesuaikan dengan kondisi,” teranh Danny.


#BNI #IndonesianMasters2018 #golf #HenrikStenson #PoomSaksansin #DannyMasrin

Komentar Anda
Komentar