Hello,

Reader

Kursi Wagub DKI Ditargetkan Terisi Sebelum Pilpres 2019
Balaikota DKI Jakarta
Kursi Wagub DKI Ditargetkan Terisi Sebelum Pilpres 2019

Jakarta, HanTer - Penentuan calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno hingga kini masih berlangsung alot. Bahkan disebut-sebut, proses pengisian kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tak akan mungkin rampung di tahun ini.

Adapun diketahui, Gerindra DKI sudah legowo menyerahkan jatah kursi tersebut kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meski mensyaratkan adanya proses fit and propertest. Namun, proses tersebut dinilai sebagai suatu sandungan bagi PKS. Hubungan kedua partai tersebut kerap 'dingin' dalam menyikapi persoalan kursi DKI II.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan proses pengisian kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tak akan mungkin rampung tahun ini. Dia mengatakan Gerindra membuat target baru, yakni sebelum pemungutan suara Pilpres 2019.

"Dari Gerindra DKI pengen sebelum pilpres sudah selesai ya, sebelum Maret lah, ya," kata Syarif saat di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Kendati begitu, kata Syarif, persoalan pengisian kursi wagub juga berkaitan dengan dinamika atau perkembangan berikutnya.

Proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi calon wagub hingga kini belum terlaksana. Bahkan, pertemuan untuk membahas bagaimana teknis proses fit and proper test juga belum dilakukan oleh Gerindra dan PKS.

Dirinya mengungkapkan, hingga kini DPW PKS DKI juga belum memberitahukan soal rencana pertemuan lanjutan tim fit and proper test.

DPW PKS DKI sempat mengundang DPD Gerindra DKI untuk melakukan pertemuan pada 4 Desember lalu guna membahas tim fit and proper test serta prosedur pengisian kursi wagub. Namun, pertemuan itu batal karena Gerindra memiliki agenda bimbingan teknis (bimtek) di Semarang.

Syarif mengatakan, DPD Gerindra DKI akan melakukan inisiatif untuk mengundang PKS agar proses pengisian kursi DKI 2 bisa segera selesai.

"Rencananya kita mau bersurat besok ke PKS, mungkin kita yang harus ambil inisiatif lagi barang kali, ya," ujarnya.

Selain mengirim surat undangan pertemuan, DPD Gerindra DKI juga akan mengirim surat keputusan (SK) terkait nama anggota tim fit and proper test.

DPD Gerindra DKI diketahui telah menunjuk Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dan peneliti LIPI Siti Zuhro untuk menjadi anggota tim tersebut. Sedangkan kubu PKS telah menunjuk Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurahman Suhaimi.

"Kalau sudah punya SK kita tinggal gabungkan lalu mulai membahas lebih detail rangka kerjanya dengan timeline-nya," tutur Syarif.

Sebelumnya, PKS dan Gerindra selaku partai pengusung sepakat untuk menyerahkan kursi wagub pada PKS.

Dalam memilih calon wagub tersebut, kedua partai juga menyepakati soal proses fit and proper test yang harus dilalui sebelum nama calon wagub diajukan ke DPRD. Namun, hingga kini proses uji kelayakan itu masih belum dilaksanakan.

Lebih Serius

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Veri Yonnefil meminta agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Gerindra segera menemukan pengganti Sandiaga. Ia berharap kedua partai bisa lebih serius untuk memperhatikan warga Jakarta.

"Saya harap kawan-kawan partai pendukung seriuslah. Bukan hanya kepentingan dua partai politik, tapi kepentingan warga Jakarta," kata Veri di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, kekosongan kursi ini berimbas pada penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kurang maksimal. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga DKI Jakarta terkait hal ini.

"Saya lihat tidak ada keseriusan, untuk segera mengisi posisi wagub. Karena belum menenemukan titik temu dengan partai pendukung. Kasihan warga DKI, kasihan masyarakat DKI melihat seperti ini, kita lihat anggaran 2018 Silpa-nya terlalu besar," terang dia.

Untuk menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, kader tersebut menurut Veri harus memahami seluk beluk kota Jakarta termasuk permasalahan yang sedang dihadapi oleh kota metropolitan ini. Menurutnya, hal itu adalah prioritas utama.

Selama ini, macet dan banjir selalu menduduki peringkat atas masalah yang dihadapi oleh ibukota. Oleh sebab itu, Veri berharap calon yang akan membantu Anies nantinya adalah yang benar-benar mengerti apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Bukan ketika menjabat baru mendalami inti permasalahan.

Meskipun ingin agar DKI Jakarta segera mendapatkan wakil gubernur, namun Veri menyebut bahwa Hanura tak memiliki kewenangan akan hal itu. Sebab, hanya PKS dan Gerindra lah yang memiliki hak untuk memilih wakil gubernur.

"Wagub yang paham dan mengerti Jakarta, itu prioritas utama. Bukan setelah menjabat baru mencari apa masalah di Jakarta. Kita tidak masuk ke ranah itu. Kita harap aja dua partai serius," ungkapnya.

Saat ini, pihak PKS sudah mengajukan dua nama calon untuk mengisi kekosongan kursi tersebut, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Kedua kader ini nantinya akan dipilih melalui mekanisme pemungutan suara di DPRD DKI Jakarta.


#Wakilgubernurdki #erwinaksa #aniesbaswedan #dprddki

Komentar Anda
Komentar