Hello,

Reader

Istimewakan PKB, Tak Mungkin Golkar Tinggalkan Jokowi
Keakraban Jokowi saat bersama Muhaimin Iskandar (ist)
Istimewakan PKB, Tak Mungkin Golkar Tinggalkan Jokowi

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo mengatakan,  terlalu berlebihan adanya pihak yang meminta agar Partai Golkar meninggalkan Jokowi dan beralih ke Prabowo karena sikap Jokowi yang mengistimewakan PKB. Apalagi selama ini Golkar juga sudah solid untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Karenanya Golkar meninggalkan Jokowi merupakan sesuatu yang irasional atau tidak mungkin akan dilakukannya.

"Golkar sudah mendukung Jokowi sejak mereka kalah mendukung Prabowo di Pilpres 2014," ujar Karel kepada Harian Terbit, Selasa (18/12/2018).

Mendukung Jokowi, sambung Karel, sudah menjadi arah politik dan panduan Golkar. Terbukti ada kader yang tidak mendukung Jokowi langsung dipecat baik dari keanggotaan maupun pengurus Golkar. Oleh karena itu Golkar tidak akan terpengaruh untuk mendukung Prabowo. Apalagi dukungan yang diberikan Golkar terhadap Jokowi sudah solid karena Golkar juga tidak pernah menjadi partai oposisi terhadap pemerintah.

"Saya rasa Golkar jauh dari situasi itu (mendukung Prabowo) karena Golkar sudah solid dukung Jokowi sejak 2015," paparnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal mengatakan, keistimewaan yang diberikan Jokowi kepada PKB bisa saja mengacu dari survei internal yang diolah Tim Jokowi. Oleh karena itu adanya suara agar Golkar meninggalkan Jokowi dan beralih ke Prabowo tidak signifikan. Karena kalkulasi politik yang dimainkan partai-partai politik jauh lebih kuat ketimbang riak-riak suara yang ingin meninggalkan Jokowi.

"Kalaupun itu (meninggalkan Jokowi) direstui petinggi parpol yang bersangkutan kemungkinan muaranya ke arah tawar-menawar saja untuk mendapatkan posisi penting," paparnya.

Karnali menuturkan, para parpol koalisi Jokowi sangat paham bahwa bargaining sesungguhnya saat hasil pemilihan legislatif nanti karena menyangkut proporsi dukungan di parlemen. Dan siapa mendapat apa dari barganing itu sudah menjadi rahasia umum. Apalagi secara formal akan sulit untuk mengalihkan dukungan ke koalisi lain karena sudah terdaftar di KPU. 

"Tapi secara non formal kembali ke hati nurani kader-kader partai politik tersebut untuk memberikan dukungan terhadap Jokowi," jelasnya.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menilai, prediksi Jokowi yang menyebut PKB masuk tiga besar pada Pemilu 2019 menguatkan dugaan Jokowi lebih menjagokan PKB ketimbang Partai Golkar yang selalu bertengger di posisi tiga besar. "Memang sudah nampak dari awal PKB dapat tempat yang istimewa," kata Andrianto.

Untuk itu ada baiknya Golkar mengevaluasi dukungan terhadap politisi PDIP Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin yang dekat dengan PKB. Bagaimanapun juga, lanjut Andrianto, koalisi Jokowi merupakan koalisi yang selalu memegang teguh ajaran Bung Karno, salah satunya yakni koalisi poros new nasakom.

"Makanya heran saja kok Golkar bisa masuk. Terlihat Golkar masuk jebakan Batman. Ada baiknya Golkar mereposisi diri. Bila tidak Golkar pasti tenggelam," tandasnya.


#Pilpres #jokowi #muhaimin #pkb #golkar

Komentar Anda
Komentar