Ma’rifatullah
Foto :

ORANG beriman ketika dihadapkan dengan kondisi yang semakin sulit, mencemaskan dan setelah berbagai upaya untuk mengatasinya, namun tak berhasil  maka salah satu ikhtiarnya dengan menggapai pertolongan Allah.

Meningkatkan pengenalan kepada Allah dengan terus menerus berusaha untuk istiqomah di jalan-Nya.

Bagi orang beriman, puncak kenikmatan di dunia adalah ma’rifatullah, atau mengenal Allah. 

Ma’rifatullah ilmu tentang Allah yang mendorong manusia mengenal sifat-sifatNya sehingga mencintai-Nya, taat pada-Nya, mengagungkan-Nya, takut pada-Nya. 

Rasulullah adalah manusia yang paling mulia di dunia, paling cinta, mengenal, tahu, faham dan paling taqwa terhadap Allah.  

Ma'rifatullah merupakan tolak ukur kualitas keislaman dan keimanan seseorang.

Dengan mengenal Allah akan dapat merasakan ketenangan, kebahagiaan  dalam hidup,  selalu berprasangka baik terhadap Allah, memahami menyadari ketentuan dalam hidupnya, tidak memilih jalan yang sesat meski dihadapkan dengan ujian, cobaan dan musibah.  

Dengan mengenal Allah akan taat menjalani perintah dan larangannya meski harus berkorban harta, jiwa dan raganya.

Kita dapat mengenal Allah dengan baik melalui dakwah dan penjelasan dari para rasul. 

Karena mereka memang diutus untuk mengenalkan dan mengajak manusia kepada Allah. 

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah telah Kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan......".(QS,Al Hadid:25).

Allah berfirman: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci engkau maka peliharalah kami dari siksa api neraka”.(QS. Aii Imran: 190-191).

 Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)