Prasangka Buruk dan Baik
Foto :

BERBURUK sangka merupakan perbuatan hati yang sangat tercela karena dapat merugikan terhadap orang yang disangka buruk maupun terhadap orang yang berprasangka buruk itu.

“Hai orang-orang yang beriman jauhillah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari  kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain………. “(QS Al Hujurat:12).

Rasulullah bersabda:”Hati-hatilah kalian dari prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah sejelek-jelek ucapan, jangan mencari kejelekan orang lain, jangan memata-matai, jangan saling menghasad, jangan saling membelakangi, jangan saling membenci, dan jadilah hamba Allah yang bersauda. (HR. Ahmad dan Bukhari).

Karena itu lebih baik kita berprasangka baik terhadap orang lain agar hubungan persahabatan, persaudaraan, keharmonisan akan menjadi lebih baik.

Kalau berprasangka baik terhadap orang lain saja dianjurkan oleh Rasulullah karena banyak manfaatnya untuk diri sendiri dan orang lain, apalagi kalau kita berprasangka baik  terhadap Allah yang menciptakan  dunia dan seisinya.

Berbaik sangka kepada Allah merupakan kenikmatan yang akan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seseorang, baik di dunia maupun akhirat.

Salah satu hal paling sederhana dalam berbaik sangka kepada Allah ialah senantiasa optimis dan yakin bahwa doa-doa yang kita panjatkan akan diterima dan dikabulkan.

Kalaupun tidak disegerakan di dunia, bisa jadi terkabulnya doa itu ditunda oleh Allah hingga kelak di akhirat. Karena itu ingatlah selalu pada Allah Ta’ala.

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS Al-Baqara:152).Wallohu a’lambishshawab.

Sebagai makhluk yang lemah dengan segala kekurangan, kita tidak pernah tahu hikmah di balik ketetapan Allah Ta'ala, namun adakalanya kita lupa ketika takdir atau ketetapan itu datang maka kita tak memyukainya.

Padahal Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, sehingga sudah sepatutnya bagi kita berprasangka baik (husnudzon) kepada-Nya.

Berbaik sangka kepada Allah merupakan kenikmatan yang akan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seseorang, baik di dunia maupun akhirat.

Salah satu hal paling sederhana dalam berbaik sangka kepada Allah ialah senantiasa optimis dan yakin bahwa doa-doa yang kita panjatkan akan diterima dan dikabulkan.

Kalaupun tidak disegerakan di dunia, bisa jadi terkabulnya doa itu ditunda oleh Allah hingga kelak di akhirat. Karena itu ingatlah selalu pada Allah Ta’ala.

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS Al-Baqara:152).

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)