Terkait Maraknya Aksi Kejahatan, Pengamat: Polisi Harus Undang Presiden dan Menteri Terkait

Terkait Maraknya Aksi Kejahatan, Pengamat: Polisi Harus Undang Presiden dan Menteri Terkait


Jakarta, HanTer-Aksi kriminal di Ibukota semakin sering terjadi. Dari kejahatan pemerkosaan disertai perampokan harta korban, jambret, pencopetan, hingga maling kendaraan bermotor.

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, mengatakan, Polri harus mengundang Presiden dan para Menteri terkait, guna mengatasi permasalahan makin maraknya kejahatan. Dia mengakui permasalahan ekonomi berkaitan erat dengan hal ini, sehingga menurutnya Polisi tidak bisa dibiarkan sendiri.

"Polisi kena imbasnya saja, padahal kejahatan seperti biasa terjadi di jalanan itu faktor ekonomi sangat kuat. Biasanya pelaku memang tidak memiliki keahlian apa-apa. Polri harusnya mengundang Presiden dan Menteri terkait dalam hal ini, jangan semua Polisi yang disalahkan," ujar Bambang saat dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Lebih jelasnya, Bambang mengungkapkan permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa puluhan ribu buruh di wilayah-wilayah penyangga Ibukota, seperti di Tangerang dan Bekasi perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sebab, para calon pelaku kejahatan berangkat dari ekonomi yang morat-marit, hingga akhirnya tidak mengherankan berbagai aksi nekat kejahatan di Ibukota tidak sedikit para pelakunya bukan warga Jakarta.

"Tapi sebaiknya Polisi menggunakan pendekatan soft approach. Tidak boleh dengan pendekatan kekerasan," terangnya.

Hal mendesak adalah Polri, Presiden dan Menteri terkait harus duduk bersama agar permasalahan ini ada solusi serta pencegahan. "PHK itu sangat berpengaruh pada ekonomi di setiap rumah tangga dan bisa memicu bertambahnya aksi kejahatan," pungkas Bambang.

(danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com