Pengamat Sebut Bukti di Kasus Pembunuhan Kopi Sianida Cukup Kuat

Pengamat Sebut Bukti di Kasus Pembunuhan Kopi Sianida Cukup Kuat


Jakarta, HanTer-Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar mengatakan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin (27) akibat minum kopi beracun sianida di Olivier Cafe bukanlah kasus yang mudah.

"Ini memang tidak mudah ya, bahkan kasus ini sangat pelik," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Kendati demikian, Bambang yakin polisi mampu mengungkap kasus yang mirip dengan kasus tewasnya aktivis Munir akibat racun arsenik. "Tapi saya yakin polisi mampu mengungkap kasus ini, sebagaimana kemampuan polisi telah membuktikan pernah mengungkap kasus tewasnya Munir," sambungnya.

Ketika ditanyakan masih lemahnya alat bukti yang dimiliki polisi, sehingga terbangun opini dalam sebagian masyarakat dimana Jessica bukanlah yang menaruh racun itu, menurut Bambang sebenarnya tidak demikian. "Alat bukti yang dimiliki polisi cukup kuat, yang merupakan rangkaian yang juga dikuatkan lagi oleh para saksi dan saksi ahli. Jadi bukan dicari pengakuan," jelasnya.

Bambang juga mengungkapkan, kuat dugaan ada motif asmara, sehingga Mirna tewas diracun. Bukan karena persaingan bisnis Cafe di Jakarta sehingga menjadikan Cafe Olivier sebagai `tempat eksekusi` korban yang belum lama menikah itu. "Saya melihat ini latar belakangnya asmara, latar belakang lain belum. Iya di pengadilan nanti sudah jelas akan ada suatu perdebatan," beber Bambang.

Terkait lemahnya alat bukti ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya tengah fokus pada penguatan alat bukti. "Kami fokus menguatkan pada alat-alat bukti yang sudah ada, yang terang benderang itu adalah kami melakukan pembuktian yang komprehensif, ujar Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/2/2016).

Dijelaskannya Polda Metro Jaya sebelumnya berhati-hati dalam menetapkan status tersangka, dan tetap berdasarkan pada azas praduga tak bersalah. "Pelaku kan berstatus tersangka, kami tetap menggunakan azas praduga tak bersalah," sambung Iqbal.

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com