Saksi: Tugas PT Yodya Karya Mengawasi Proyek Cetak Sawah di Ketapang

Saksi: Tugas PT Yodya Karya Mengawasi Proyek Cetak Sawah di Ketapang

Jakarta, HanTer - Dalam sidang lanjutan kasus cetak sawah Kementerian BUMN 2012, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat (22/11/2017), Jaksa Penuntut Umum menghadirkan, empat orang saksi, yakni Mohamad Basyir, mantan Dirut Yodya Karya, Muhammad Ali Khoirudin, Direktur PT Yodya Karya,Eko Handoyo Konsultan PT Yodya Karya, Widiastuti, Kabag Operasi PT Yodya Karya.  Kesemua saksi berasal dari PT Yodya Karya.  PT Yodya Karya ditunjuk menjadi pengawas proyek cetak sawah di Ketapang. 
 
“Waktu itu tidak ada tender, tapi ditunjuk oleh PT SHS,” jelas saksi Mohamad Basyir dalam sidang yang dipimpin Diah Sitia Basariah, Ketua Majelis Hakim.  Penunjukan itu berdasarkan dua hal, yakni nota kesepahaman dengan PT SHS dan penugasan dari Kementerian BUMN.
 
Sidang dengan terdakwa, Upik Rosalina Wasrin, meminta penjelasan PT Yodya Karya, selaku pengawas proyek cetak sawah. Menurut saksi Mohamad Basyir, pengawasan dilakukan berdasarkan perencanaan hingga pelaksanaan. PT Yodya Karya mendapatkan  kontrak cetak sawah, pada tanggal 10 Desember 2012. Kontrak pertama untuk pekerjaan selama 180 hari kerja. Namun pada bulan 13 Maret 2013,  kontraknya diaddendum oleh PT SHS, dari 3000 hektar pertama hanya menjadi 936 hektar. Dalam pelaksanaanya kontraktor melakukan survey lahan, diukur bersama dengan kontraktor dan diperiksa desainnya. 
 
Menanggapi pertanyaan jaksa soal pembayaran, saksi menjelaskan bahwa pembayaran untuk kontrak pertama dibayarkan oleh PT SHS, sebesar Rp 1 miliar.” Untuk kontrak kedua masih ada yang belum dibayarkan,” jelas Mohamad Basyir.
 
Sementara itu Muhammad Ali Khoirudin, Direktur II Yodya Karya menambahkan, pengawasan dilakukan secara periodik  setiap bulan. Dalam addendum kedua, pekerjaan dilakukan secara desain dan build, jadi kontraktor melakukan desain dan pekerjaan kontruksi.  Dalam pengawasan memang terjadi program pelaksanaan cetak sawah dengan cara selektif. Karena lahan belum ada, maka dipilih dulu. 
 
“Misalkan ada tanah, kita opname, tanah itu bisa kita garap, baru kemudian dilaksanakan perencanaan dan diilaksanakan konstruksinya,” jelas Ali Khoirudin.  
 
Sementara menanggapi pertanyaan pengacara, yang menanyakan tahapan pelaksanan proyek cetak sawah, saksi menjelaskan dilakukan survey bersama, diukur, didesain baru dilaksanakan. 
 
“Normalnya harusnya ada perencanaan baru kemudian dilaksanakan sehingga kesalahan bisa dihindari.”
 
Namun soal detail verifikasi DED, saksi mengaku tidak tahu. Jadi yang saksi tahu dalam pengawasan, misalnya saluran yang harus digali kedalaman 2 meter. Maka pengawas akan melihat apakah benar digali sesuai dengan Detail Enginering Desain (DED).  Namun disisi lain, saksi Ali Khoirudin mengatakan  DED pasti ada dalam pelaksanaan proyek cetak sawah, sesuai dengan model kerjanya desain and build. Jadi  desain langsung bangun. 
 
Saksi menjelaskan dalam pelaksanaan konsultan penagihan konsultan, berdasarkan time base. Jadi jumlah kehadiran konsultan di lapangan. ”Berdasarkan itulah, Yodya Karya menagih kepada PT SHS,” jelasnya. 
 
Tagihan yang dikirim oleh PT Yodya Karya dibayarkan oleh PT SHS. Keuntungan yang diperoleh konsultan hanya sekitar 10 persen. “ Keuntungan sebesar itu, sudah cukup bagi konsultan,” jelas  Mohamad Basyir. Karena PT Yodya Karya juga harus bayar pajak, gaji, operasional di lapangan. Proses invoice biasanya diperoleh dari lapangan.  Sudah ada laporan dalam bentuk buku, untuk dibuatkan berita acara serah terima. Baru kemudian  PT Yodya Karya mengirimkan invoice kepada PT SangHyang Seri. 
 
Dihubungi secara terpisah, Kuasa Hukum Upik Rosalina Wasrin,  Alfons Loemau mengatakan dalam pekerjaan proyek, desain and build dalam addendum ke dua, mengefektifkan proyek pelaksanaan cetak sawah. 
 
“Kalau sebelumnya perencanaan dan pelaksanaan kontruksi dipisah, namun pada kenyataanya tidak berjalan, maka Ibu Upik selaku dirut yang baru diangkat, melakukan evaluasi dengan melakukan amandemen, salah satunya adalah desain and build, jadi kontraktor kontruksi merangkap perencanaan,” jelas Alfons. Desain Itu sama dengan  DED yang menjadi acuan pelaksanaan kontruksi. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com