Peserta Pertukaran Pemuda Asal Australia Antusias Jalani Program di Rejang Lebong

Peserta Pertukaran Pemuda Asal Australia Antusias Jalani Program di Rejang Lebong

Rejang Lebong, HanTer - Bangunan Balai Desa Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya yang berukuran sekitar 6x10 meter penuh sesak di isi oleh kurang lebih 42 anak sekolah dasar yang tengah mendapatkan pelajaran bahasa Inggris langsung dari orang asing.
 
Belajar menghitung hingga pengenalan kosakata bagian tubuh seperti gigi, tangan, kaki, area wajah serta lainnya dengan menggunakan bahasa Inggris, menjadi materi pembelajaran pada Kamis sore (28/12/2017), dalam pembawaan yang penuh dengan keriangan, kesuka citaan dan hangatnya rasa persaudaraan baik dari para pendidik maupun para anak SD yang mengikuti program belajar bahasa Inggris tersebut .
 
Proses belajar-mengajar bahasa Inggris dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 
 
Ya, itu merupakan salahsatu kegiatan dari program Kementerian Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, bertajuk Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) atau Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) yang berlangsung di Rejang Lebong, Bengkulu, meliputi lima bidang seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, pariwisata dan pertanian.
 
Terdapat total 36 pemuda yang terdiri dari 18 orang pemuda Indonesia yang telah melalui proses seleksi di masing-masing provinsi, begitu pula sisanya, 18 orang pemuda yang telah diseleksi oleh pemerintah Australia, serta didampingi oleh seorang Project Officer tengah melakukan program pertukaran pemuda fase Indonesia.
 
Pendidik dan anak didik fokus dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris di Desa Babakan Baru, Rejang Lebong, Bengkulu.
 
Agendanya antara lain adalah kunjungan kehormatan, workshop kesenian, homestay di fase desa dan fase kota, community development di fase desa serta magang di berbagai institusi baik publik maupun swasta pada fase kota. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Australia beberapa waktu lalu.
 
Clarice Campbell Mary-Ann, salahsatu peserta program Pertukaran Pemuda dari Melbourn Australia mengaku senag terlibat dalam program ini. Disamping menikmati keindahan alam Rejang Lebong, dirinya beserta 17 rekan lainnya yang berasal dari Australia mampu mentransfer ilmu yang dimiliki kepada warga setempat.
 
"Alam disini sangat indah," puji dara yang akrab disapa Clarice itu. "Disini terdapat Taman Nasional Kerinci Seblat, banyak terdapat sawah, perkebunan kopi, jeruk, jagung di mana warga setempat kebanyakan bertani. Namun beberapa orang ada yang tertarik dibidang ecotourism, sehingga di masa depan desa ini akan menjadi tempat wisata yang tidak kalah menariknya dari daerah Indonesia lainnya," ucap Clarice.
 
Clarice Campbell Mary-Ann, salahsatu peserta program Pertukaran Pemuda dari Melbourn Australia 
 
Terkait program pertukaran pemuda ini, Clarice yang sudah fasih berbahasa Indonesia itu menuturkan bahwa program ini sangat baik bagi para peserta maupun para masyarakat setempat. "Mungkin ini pertama kali sebanyak 18 orang luar Australia dan 18 putra Indonesia dari berbagai provinsi lain menetap di sebuah desa, di mana warga setempat sangat tertarik dengan program-program yang kami lakukan selama berada di Desa Babakan Baru ini," tutur Clarice.
 
"Mereka (warga-Red) sangat senang dengan kehadiran kami, meskipun kami masing-masing satu orang indonesia dan satu orang Australia tinggal atau menginap dirumah warga, sehingga menjadi pengalaman baru yag berkesan bagi warga bahkan bagi kami sebagai peserta sekalipun," terangnya.
 
Dalam program pertukaran pemuda Indonesia-Australia yang 36 kalinya ini, Clarice menuturkan kedepannya harus terus berlanjut dan ditingkatkan. "Program ini harus terus berlanjut di tahun-tahun selanjutnya, karena melalui program ini terjadinya pertukaran budaya diantara kedua negara. Orang Australia belajar tentang budaya Indonesia, begitu pula sebaliknya," harapnya.
 
Clarice Campbell salahsatu peserta program Pertukaran Pemuda dari Australia mengaku banyak manfaat dari program PPAI ini 
 
Bahasa Indonesia lambat laun telah menjadi bahas yang universal. Clarice mengaku, jika bahasa Indonesia menjadi salahsatu kurikulum pembelajaran di Australia baik di tingkat SD, SMP, SMA maupun tingkat kuliah, namun baru hanya dibeberapa sekolah, sehingga belum serempak semua jenjang itu terdapat mata pelajaran bahasa Indonesia.
 
"Pengalaman saya di SD tidak ada pelajaran bahasa Indonesia, namun saat belajar ditingkat SMP, SMA dan Universitas saya baru mendapatkan pelajaran itu di Australia, bahkan ada beberapa teman saya yang tidak mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia, mereka mengambil kelas pribadi untuk mempelajari itu," cerita Clarice.
 
Kedepannya, Clarice yang sudah setahun menetap di kawasan Setia Budi, Jakarta itu, mengaku akan coba membantu mengembangkan sebuah potensi di Desa Babakan Baru pasca program pertukaran pemuda ini. " Ada beberapa potensi yang dimiliki oleh desa ini seperti lokasi wisata air terjun Batu Betiang. Kedepan, kami akan coba membantu untuk mempromosikan tempat wisata ini, sehingga orang dari luar akan mengunjingi lokasi wisata tersebut," tuturnya.
 
"Selain pariwisata, ada beberapa kebun dan persawahan di desa ini, di mana kehadiran kami disini bisa membantu para petani agar hasil perkebunan atau pertanian mereka akan lebih baik lagi," pungkas Clarice.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com