Garap Lahan Pertanian Sekitar Pesantren, HKTI Gandeng Santri

Garap Lahan Pertanian Sekitar Pesantren, HKTI Gandeng Santri

Jakarta, HanTer - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) selain bekerja sama dengan perguruan tinggi, juga menjalin kerja sama dengan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Ketua Umun HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, kerja sama tersebut dalam rangka mencapai tujuan organisasi, yaitu mengembangkan teknologi pertanian. "HKTI memiliki banyak program pertanian, namun saat ini kami masih banyak menangani padi. Kami juga sudah ada program pertanian jagung dan untuk lebih memperbanyak lagi perlu menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk dengan pesantren untuk mengimplementasikan program," kata Moeldoko, Sabtu (6/1/2018). Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menjelaskan, membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dan pesantren agar lulusan dari dua lembaga pendidikan itu ketika kembali ke masyarakat mempunyai pengetahuan yang cukup pada pertanian. "Lulusan dari perguruan tinggi dan pesantren punya knowledge baru pada pertanian ketika kembali ke daerah masing-masing. Demi satu tujuan membangun pertanian Indonesia," ujar Moeldoko. Moeldoko menjelaskan, teman-teman di pesantren ini akan diajarkan ilmu pertanian. Setelah keluar, para santri diharapkan akan menjadi center of gravity dari lingkungannya. "Bisa dibayangkan kalau dia memiliki salah satu ilmu pertanian. Di samping pandai ilmu agama, dalam konteks hablumminannas, memiliki ilmu pengetahuan transfer knowledge dari kita tentang pertanian, maka dia akan bisa memberikan pencerahan pada lingkungan," terang Moeldoko. Nantinya, para santri tersebut bisa menggarap lahan pertanian di sekitar pesantren. Lahan tersebut bisa milik pemerintah, lembaga, perusahaan atau pribadi yang bisa dijalin kerja sama. "Apa yang kira-kira bisa disinergikan dengan kita? Sebagai contoh, orang Bandung punya 4 ribu hektar. Dia kesulitan tidak bisa menggarap. Kita akan coba garap, nanti saya awali dari 400 hektar. Masih banyak sisa lahan di sana," cetusnya. Moeldoko memang dikenal dekat di kalangan pesantren. Dirinya kerap mengunjungi pondok pesantren baik masih saat menjabat Panglima TNI atau saat menjadi Panglima Tani sekarang. Moeldoko juga rutin menghadiri dan memberikan orasi ilmiah dalam Rapimnas Ikatan Pesantren Indonesia (IPI). "Pesantren adalah garda terdepan mencegah terrorisme. Santri pesantren saya yakin juga bisa diandalkan untuk sektor pertanian di saat regenerasi petani makin tergerus," jelasnya.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com