Kantor Lembaga Bantuan Save The Children di Afghanistan Diserang Milisi

Kantor Lembaga Bantuan Save The Children di Afghanistan Diserang Milisi

Jalalabad, HanTer - Sebanyak empat orang bersenjata menyerbu kantor lembaga bantuan Save the Children di Kota Jalalabad, Afghanistan, Rabu (24/1/2018) waktu setempat dan melawan pasukan keamanan yang mengepung gedung itu. Sedikitnya satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam peristiwa tersebut, menurut beberapa pejabat.
 
Serangan dimulai dengan sebuah bom mobil bunuh diri di luar kantor, diikuti oleh orang-orang bersenjata yang memasuki kompleks tersebut dan melawan pasukan khusus Afghanistan, menurut seorang juru bicara pemerintah di provinsi timur itu. "Ada ledakan dan targetnya adalah Save the Children," ujar juru bicara pemeritah provinsi, Attaullah Khogyani. "Penyerang memasuki kompleks dan pertempuran sedang berlangsung," jelasnya.
 
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa para penyerang tampaknya mengenakan seragam polisi, sebuah taktik yang biasa digunakan. Belum ada pernyataan resmi yang membenarkan keterangan para saksi mata tersebut.
 
Direktur departemen kesehatan provinsi mengatakan 11 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.
 
Saat pasukan keamanan berusaha untuk memasuki gedung, mereka menemukan satu mayat di dalam kompleks itu, namun identitasnya tidak diketahui. Setidaknya, satu orang bersenjata masih bertempur, menurut Khogyani.
 
"Sebuah ledakan mengguncang daerah tersebut dan tepat setelah itu anak-anak dan orang-orang mulai melarikan diri," ujar Ghulam Nabi, yang berada di dekat lokasi saat bom meledak. "Saya melihat sebuah kendaraan terbakar dan kemudian baku tembak dimulai," lanjutnya.
 
Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Taliban, yang berusaha untuk menerapkan kembali pemerintahan Islam setelah mereka terdepak pada 2001, mengeluarkan sebuah pernyataan yang menolak keterlibatannya.
 
"Kami sangat terpukul mendengar kabar bahwa kantor Save the Children kami di kota Jalalabad, Afghanistan, diserang pagi ini saat orang-orang bersenjata memasuki gedung tersebut, sekitar pukul 9.00 hari ini," kata juru bicara Save the Children dalam sebuah pernyataan surat elektronik.
 
"Perhatian utama kami adalah keselamatan dan keamanan staf kami. Kami menunggu informasi lebih lanjut dari tim kami dan tidak bisa berkomentar lebih jauh saat ini," jelasnya.
 
Di daerah sekitarnya, ada beberapa kantor kelompok-kelompok bantuan lain serta pemerintah dan pasukan keamanan mengevakuasi orang-orang dari bangunan-bangunan sekitarnya saat mereka baku tembak dengan militan.
 
Jalalabad merupakan ibu kota Provinsi Nangarhar, di perbatasan berpori dengan Pakistan. Provinsi tersebut telah menjadi benteng bagi ISIS, yang telah berkembang menjadi salah satu kelompok militan paling berbahaya di Afghanistan sejak muncul sekitar awal 2015.
 
Didukung oleh serangan udara Amerika Serikat yang intensif, pasukan Afghanistan telah berhasil menumbuhkan keberhasilan melawan Taliban dan kelompok militan lainnya, termasuk ISIS, namun serangan militan terhadap sasaran sipil terus berlanjut hingga menjatuhkan korban jiwa dalam jumlah besar.
 
Serangan di Jalalabad terjadi beberapa hari setelah gerilyawan Taliban menyerang Hotel Intercontinental di ibu kota, Kabul, menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk 13 orang asing. Serangan tersebut menegaskan betapa sulitnya kegiatan di Afghanistan bagi organisasi bantuan kemanusiaan yang mendapat tekanan berat dari kelompok bersenjata dan penculik.
 
Sebelumnya pada Oktober lalu, Palang Merah mengumumkan bahwa pihaknya secara drastis mengurangi kegiatannya di Afghanistan setelah terjadi hingga menewaskan tujuh stafnya tahun lalu. (ant)

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com