Terkait Hashd al-Sha abi, Perusahaan AS Hentikan Perbaikan Tank Abrams di Irak

Terkait Hashd al-Sha abi, Perusahaan AS Hentikan Perbaikan Tank Abrams di Irak


Baghdad, HanTer - Amerika Serikat telah menghentikan program perawatan untuk tank Abrams di Irak karena salah satu kendaraan militer tersebut diduga telah diberikan kepada pasukan Hashd al-Sha abi yang populer.
 
Alghad Press yang berbasis di Baghdad, mengatakan bahwa perusahaan AS General Dynamics, yang memproduksi tank Abrams, telah menghentikan program perawatannya di Irak sejak Desember 2017.
 
"Perusahaan tangki AS menarik diri dari markasnya di bandara al-Muthanna Baghdad setelah mengetahui bahwa Irak telah melanggar persyaratan kontrak yang hanya memberi wewenang kepada tentara Irak untuk menggunakan tank AS," situs berita tersebut mengutip sebuah sumber yang diinformasikan.
 
Alghad Press mengatakan 60 dari 140 tank M1 Abrams di Irak sekarang tidak beroperasi setelah pertempuran untuk Mosul yang tentara negara itu direbut Juli lalu dengan bantuan pasukan Hashd al-Sha'abi.
 
Sumber tersebut mengatakan bahwa perusahaan AS sebelumnya telah menginformasikan kepada pemerintah Baghdad bahwa dua tank tersebut telah diberikan kepada kelompok bersenjata yang tidak berafiliasi dengan tentara Irak.
 
Setelah pengaduan tersebut, pemerintah mengambil salah satu tank tersebut saat melakukan operasi melawan Daesh di Provinsi Anbar dan berjanji untuk mengambil kembali yang lain pada awal Februari, katanya.
 
Menurut laporan tersebut, staf perusahaan AS belum kembali sejak mereka meninggalkan Irak untuk liburan Natal.
 
Hashd al-Sha abi adalah organisasi payung yang disponsori negara yang terdiri dari sekitar 40 kelompok, berjumlah lebih dari 100.000 pejuang Syiah. Otoritas Irak mengatakan ada antara 25.000 dan 30.000 pejuang suku Sunni di dalam barisannya selain Kurdi Izadi dan unit-unit Kristen.
 
Para pejuang telah memainkan peran penting dalam pembebasan wilayah yang dipegang Daesha ke selatan, timur laut dan utara ibukota Irak Baghdad, sejak para teroris melancarkan serangan di negara tersebut pada bulan Juni 2014.
 
Kembali pada bulan Juli, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memuji kekuatan tersebut sebagai bagian integral dari sistem keamanan negaranya. Pemerintah, katanya, bertekad untuk melindungi pasukan tersebut, yang telah melakukan pengorbanan besar-besaran dalam pertempuran melawan Daesh.
 
November lalu, Parlemen Irak menyetujui sebuah undang-undang yang memberikan status hukum penuh kepada pasukan Hashd al-Sha abi. Ia mengakui para pejuang tersebut sebagai bagian dari angkatan bersenjata nasional, ditempatkan di bawah komando perdana menteri, dan memberi mereka hak untuk menerima gaji dan pensiun seperti tentara reguler dan pasukan polisi.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com