2019, Indonesia Butuh Pemimpin Baru

2019, Indonesia Butuh Pemimpin Baru

Jakarta, HanTer - Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, pada 3-4 Februari di Hotel Royal Kuningan Jakarta. Tema besar yang akan diusung adalah “Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia”.
 
Presiden KA KAMMI Fahri Hamzah menyampaikan bahwa Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin baru dan arah baru Indonesia.
 
"Berbagai masalah yang dihadapi rakyat karena negeri ini dikelola dengan narasi yang gamang. Slogan 'kerja, kerja, kerja' tanpa perencanaan dan agenda yang jelas di masa depan," kata Fahri Hamzah saat konfrensi pers terkait Mukernas KA KAMMI di Bakoel  Koffie, Cikini, Rabu (31/1/2018).
 
Menurut dia  bangsa Indonesia seperti berjalan hanya untuk hari ini dan kepentingan jangka pendek. Sementara pembangunan infrastruktur telah dijadikan simbol keberhasilan penguasa saat ini sehingga menghiraukan program keberhasilan yang telah dicapai penguasa sebelumnya. 
 
Akhirnya, dia menambahkan, rakyat telah diabaikan dan menjadi korban pencitraan. Oknum dan pihak-pihak tertentu mendapatkan jatah pengelolaan SDA yang melimpah. 
 
"Rakyat telah mengeluh akan situasi hidup sehari-hari. Program Nawacita yang menjadi konsep dasar pembangunan dalam kampanye dan menjadi cit-cita mulia, mulai redup dari telinga kita," ujarnya.
 
Parahnya lagi, menurut Fahri yang juga Wakil Ketua DPR itu, kesenjangan ekonomi terjadi, melebar dan terus melebar. Pembelahan akibat pilihan politik terjadi. Ironisnya, negara menjadi aktor pemicu pembelahan. 
 
"Isu radikalisme dan ekstrimisme muncul sebagai strategi kaum populis di pra-pertarungan elektoral Eropa dan Amerika sekarang ini akan di ujicobakan," kata Fahri.
 
Fahri menekankan rakyat semakin menderita. Padahal mereka  butuh makan, sandang dan pangan. Rakyat juga butuh kepastian dan harapan. Bukan konflik sosial dan politik yang justru membuat rakyat lebih menderita.
 
"Makanya rakyat ingin semua pemimpinnya bersatu dalam ikatan kebangsaan, butuh pemimpin yang dapat mewujudkan janji dan cita-cita kemerdekaan. Pemimpin yang tahu tentang apa yang dirasakan dan merasakan apa yang diinginkan. Mereka ingin merdeka dari berbagai penderitaan dan tekanan berbagai dimensi kehidupan," jelas Fahri.
 
Menurut Fahri, lewat Mukernas ada tiga agenda penting yang akan dibahas  yakni konsep dan arah baru Indonesia ke depan, calon presiden alternatif yang akan diusulkan oleh KA KAMMI kepada partai politik dan publik, dan  Pawai Kebangsaan sebagai cara organisasi KA KAMMI dalam mengawal Indonesia Baru, Pemimpin Baru dan Arah Baru Indonesia, serta menghimpun semua kekuatan bangsa dalam rangka mewujudkannya
 
Mukernas KA KAMMI akan dibuka oleh Ketua DPR RI dan juga akan diadakan studium generale 1 dengan nara sumber perwakilan partai-partai politik dengan tema capres alternative dalam perspektif  partai-partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan studium generale 2 yang akan menghadirkan Tokoh Nasional M. Anis Matta. 

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com