Politisi Gerindra: Negara Tak Mampu Melindungi Keamanan Warga

Politisi Gerindra: Negara Tak Mampu Melindungi Keamanan Warga

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid menyampaikan tiga hal yang masih terus diperbincangkan belakangan ini.
 
"Pertama, prihatin dan gawat jika negara, aparat keamanan, tidak bisa melindungi dan menjamin jiwa dan keamanan tokoh masyarakat pemimpin ummat. Sejak tokoh NU KH Umar Bakri Cicalengka Jabar, tokoh Persis Ustad Prawoto di Bandung dan terakhir adalah Pastor  dan jamaat Gereja St Lidwina di Yogyakarta," ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/2/2018).
 
"Kedua, pemimpin ummat dan tempat ibadah adalah adalah aset bangsa yang sangat berharga dalam membimbing ummat menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang semakin keras,semakin liar, semakin liberal yang tidak sesuai dengan norma agama dan Pancasila," paparnya.
 
"Ketiga, kondisi ini memprihatinkan bukan hanya karena kelemahan antisipasi, juga karena proses penanganan yang lambat dan beberapa tindakan serta pernyataan petinggi keamanan yang menimbulkan kecurigaaan," katanya.
 
Politisi Partai Gerindra ini lebih jauh menerangkan; 
 
A. Kasus penanganan jenazah  Parwoto oleh aparat yang oleh pengurus PP Persis dinilai tergesa-gesa.
 
B.Pernyataan aparat bahwa  pelaku adalah orang gila yang belum divalidasi oleh ahli jiwa.
 
C. Pernyataan bukan teror dalam kasus penyerangan pemimpin dan jamaah Gereja di Yogyakarta.
 
Kondisi ini dinilai Gawat karena:
 
A. Menimbulkan rasa  ketidakamanan tokoh dan jamaah untuk beribadah dan ketidakamanan masyarakat dalam menjalani kehidupan.
 
B. Menimbulkan rasa saling curiga yang bisa berujung konflik antar ummat beragama.
 
C. Menimbulkan dugaan permainan/rekayasa  aparat keamanan dan negara.
 
D. Ketidakpercayaan ummat beragama dan masyarakat kepada aparat keamanan dan negara.
 
"Untuk mencegah semua ini maka kami mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan upaya perlindungan keamanan kepada masyarakat termasuk di tempat-tempat ibadah," ujar Sodik.
 
Selain itu menurut Sodik, pengamanan bukan terbatas pada hari besar keagamaan seperti takbiran dan natal, serta mengusut tuntas pemeriksaan kepada para pelaku dan mengungkapkan ke khalayak publik motif dan dalang pelaku pembunuhan dan penganiayaan secara logis, transparan dan jujur agar masalah bisa diatasi dan menghilangkan syakwasangka serta konflik horisontal dan vertikal.
 
"Menghimbau kepada para jemaah dan aktifis keagamaan untuk tetap  tenang dan waspada dengan memperkuat satuan keamanan di organisasinya dalam melindungi keamanan tempat ibadah, pemimpin ummat dan jamaah sampai aparat keamanan bisa memberikan perlindungan yang memadai," pungkasnya.
 

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com