TAJUK: Merawat Kerukunan Umat Beragama Sebuah Keharusan

TAJUK: Merawat Kerukunan Umat Beragama Sebuah Keharusan

BERBAGAI kalangan mengutuk dan mengecam keras penyerangan terhadap umat beragama dan tempat ibadah yang terjadi di Bedog, Yogyakarta. Tindakan ini disebut tidak toleran dan biadab.

Disisi lain kita juga mengecam terjadinya rentetan kasus kekerasan umat beragama terutama kepada pemuka agama belakangan ini. Seperti yang terjadi terhadap seorang ulama di Cicalengka kemudian terhadap aktivis Persatuan Islam di Bandung hingga tewas. Selanjutnya, terjadi juga kekerasan terhadap seorang Bikkhu Buddha di Tangerang. Pelakunya disimpulkan sebagai orang gila.

Apapun alasannya aksi penyerangan terhadap umat beragama, termasuk pemuka agama, terlebih lagi saat mereka sedang menjalankan ibadah, tidak dibenarkan.

Agama harus dijadikan sebagai wahana untuk menjadi pedoman untuk saling menghormati dan menghargai orang lain. Juga sebagai sarana untuk saling memahami yang lain dan jangan meminta orang lain sama dengan kita.

Prinsip ini inilah yang harus kita pegang teguh sehingga kerukunan antar umat beragamadi negeri ini bisa dijalankan dengan baik. Kita jangan menuntut orang lain menghargai dan mengormati diri kita, tetapi kita lupa untuk menghormati dan menghargai orang lain. Orang lain pasti tidak akan menghormati dan menghargai kita, jika kita tidak menghormati dan menghargai orang lain.

Tak hanya itu, jangan sekalipun kita menghina agama atau kepercayaan orang lain, sementara kita tidak memahami agama orang lain yang kita hina dan nista itu. Uruslah agama kita masing-masing, jangan mencampuri agama orang lain.

Kerukunan umat beragama sudah merupakan bagian tidak terpisahkan dari bangsa ini. Kita sebagai bangsa yang besar, maka pluralitas dan multikulturalitas tentu merupakan sesuatu yang sangat niscaya. Perbedaan merupakan ciri umum dari bangsa yang besar seperti bangsa Indonesia.

Jika kita ingin tetap menjadi bangsa yang besar, maka salah satu syaratnya adalah menghargai perbedaan dan merekatkan persatuan berbasis pada perbedaan-perbedaan tersebut.

Guna merawat kerukunan alangkah indahnya jika para tokoh agama bisa bersama-sama berjalan dan bergandengan tangan, sehingga kerukunan umat beragama di negeri ini  akan terjaga.

Mari kita perkuat jati diri bangsa Indonesia dengan kerukunan yang sudah mentradisi di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, merawat kerukunan umat beragama itu tak hanya dilakukan oleh agama mayoritas di negeri ini, Islam. 

Tak hanya Islam yang harus menghormati agama minoritas, non muslim. Non muslim pun harus menghargai dan menghormati agama mayoritas. Jika terjadi gesekan dalam hal kerukunan umat beragama jangan selalu menuduh disebabkan oleh pemeluk agama mayoritas. Bukan tidak mungkin gesekan itu dipicu oleh kaum minoritas yang memang menginginkan terganggunya kerukunan di negeri ini.

Merawat kerukunan umat beragama sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tak bisa ditawar-tawar, sebuah keharusan. Itulah sebabnya seluruh anak bangsa, partai politik, ormas dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya harus bisa mengambil peran yang berarti untuk terus merawat kesejukan, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan.

Kita harus selalu waspada dengan potensi yang dapat mengganggu kerukunan antarumat beragama. Hal ini tentu menjadi kewajiban kita semua.

Tentu saja kepada aparat keamanan semua pihak berharap bisa segera mengungkap kekerasan itu dan menindak para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

Harapan kita agar umat beragama maupun warga bangsa untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi atas kejadian teror yang menggemparkan tersebut. Berbagai pihak termasuk para pejabat dan elite bangsa juga agar bijak dan bersikap proporsional tidak memperluas kecemasan dan saling curiga di tubuh bangsa, seraya waspada dan menaruh keprihatinan yang seksama atas kejadian-kejadian yang tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan tersebut.


 

 

 

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com