Vonis Tinggi Kasus Narkoba Mantan Petinggi Pajak Menuai Apresiasi

Vonis Tinggi Kasus Narkoba Mantan Petinggi Pajak Menuai Apresiasi

Jakarta, HanTer – Keputusan Pengadilan Tinggi Manado dengan menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Wahyu Nugroho, menuai apresiasi.

Wahyu Nugroho sendiri didakwa terkait kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 30,41 gram. Ia ditangkap Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut pada 19 Oktober 2017 di apartemen taman Sari Lagon Bahu Mall.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai vonis delapan tahun penjara ini membuktikan aparat pengadilan, khususnya di pengadilan tinggi benar-benar berkomitmen perang terhadap narkoba. “Putusan yang jauh lebih berat dibanding vonis di Pengadilan Negeri Manado ini harus mendapat apresiasi,” kata Sahroni, Selasa (13/2/2018).

Menurut dia,vonis tinggi dijatuhkan Pengadilan Tinggi Manado sekaligus membuktikan adanya kejanggalan dari putusan yang diberikan oleh PN Manado. Di mana, Majelis hakim PN Mando yang diketuai Vincentius Banar saat menangani perkara tersebut hanya memvonis Wahyu dengan hukuman satu tahun penjara dikurangi masa tahanan.

“Barang bukti lebih dari 30 gram seharusnya sudah menjadi gambaran oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekedar sebagai pemakai yang harus direhabilitasi,” tegas Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni turut mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dan jajarannya dalam pemberantasan narkoba, termasuk yang menjerat pegawai pajak tersebut. Apresiasi juga disampaikan Sahroni terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak yang mau berkomitmen melakukan pemberatasan narkoba di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya Hakim Juru Bicara  Pengadilan Negeri (PN) Manado, Vincentius Banar Senin (12/2) membenarkan vonis delapan tahun terhadap Wahyu Nugroho. “Nugroho divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado, dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah,” jelasnya.

Ia menjelaskan selain Wahyu, terdakwa Totok Hartono yang terlibat dalam kasus yang sama juga mendapat ganjaran serupa.

“PT Manado dalam putusannya menyatakan, terdakwa Wahyu Nugroho dan Totok bukanlah pecandu yang harus direhabilitasi. Tetapi sudah bersekongkol bersama menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman, melebihi 5 gram,” tukasnya seraya mengatakan putusan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com