Ada Komisi 20-30 Dollar AS Per Ton dari Impor Beras

Ada Komisi 20-30 Dollar AS Per Ton dari Impor Beras


Jakarta, HanTer - Pengamat ekonomi politik Salamuddin Daeng mengaku wajar muncul isu bahwa pejabat negara terima 30 persen dari impor beras.

“Jika isu terima komisi 30 persen itu benar, dalam impor beras 500 ribu ton, maka pemerintah bakal menerima Rp1,02 triliun. Wuih mantap benar,” katanya dilansir sejumlah media beberapa waktu lalu.

Pemburu Rente

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menengarai adanya perburuan rente di balik kebijakan impor beras 500 ribu ton di tengah stok beras nasional surplus 329 ribu ton.

Sebab selama ini tidak segera dibentuk tata kelola pangan nasional, kelangkaan beras premium, tapi impor beras medium, pengimpor beras kepentingan masyarakat umum sesuai amanat Pasal 16 Permendag No1/2018 adalah Bulog. Tetapi malah dilakukan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

“Bagi saya, pemerintah selama ini memang tidak transparan dalam mengelola kebijakan pangan,” tandasnya.

Komisi

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan maunya Bulog dan Menteri Perdagangan selalu ada impor beras. Karena katanya, dalam impor beras ada komisi $20-30 pertonnya. Hal ini dilontarkan Rizal Ramli menanggapi adanya keinginan Kementerian Perdaganagan untuk impor beras.

Bagi begawan ekonomi ini, impor beras, garam, gula itu lebih banyak untuk kepentingan pemburu rente. “Untuk kepentingan pemburu rente. Itulah bahayanya Peng-Peng (Penguasa-sekaligus-Pengusaha. Di negera lain, ada undang-undang untuk mencegah ‘conflict of interest” sehingga tidak merugikan rakyat dan negara,” kata mantan Kabulog dan Menko Perekonomian ini kepada Harian Terbit, Jumat (19/1/2018).

Mendapatkan Uang

Sementara itu, terkait impor gula, pengamat pangan, Ali Birham mengatakan, impor gula sebanyak 1,8 juta ton merupakan cara mudah untuk mendapatkan uang, karena komisi dari perusahaan pengimpor cukup besar. Apalagi ada 11 perusahaan yang siap melakukan impor gula dari luar negeri. Oleh karenanya bagi yang membutuhkan uang untuk biaya Pilkada Serentak 2018 bisa memanfaatkan skema impor untuk memasukan bahan baku dari luar negeri masuk Indonesia.

"Cara lama yang paling efektif ya impor apa saja yang kira-kira bisa kasih komisi," ujarnya kepada Harian Terbit, Jumat (19/1/2018).

Birham mengecam jika rencana import 1,8 juta gula tetap dilanjutkan. Karena yang tetap dirugikan adalah petani tebu yang hasil panennya tidak bisa diserap perusahaan gula.

(Alee/Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com