Napak Tilas di Bumi Majapahit, Rizal Ramli Tegaskan Nasib PKL Harus Dibela

Napak Tilas di Bumi Majapahit, Rizal Ramli Tegaskan Nasib PKL Harus Dibela


Jakarta, HanTer - Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli melakukan napak tilas sejarah dan budaya bangsa dengan mengunjungi Pendopo Agung Hamukti Palapa Gajah Mada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pendopo Agung Hamukti Palapa Gajah Mada merupakan bagian dari komplek Sitihinggil Raden Wijaya, raja pertama dan pendiri kerajaan Majapahit.

Di tempat dulu Maha Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa ini, Rizal Ramli juga didaulat memberikan sambutan dalam HUT ke 25 Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (APKLI).

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan pedagang kaki lima dari berbagai daerah di Indonesia itu Rizal Ramli menekankan kembali pentingnya keberpihakan kapada elemen golongan masyarakat lemah seperti para pedagang kaki lima, yang dari masa ke masa kondisinya tidak banyak berubah karena tidak adanya keberpihakan dari pemerintah.

''Kaki lima selama ini cuma dianggap hiasan ketika sektor lain tidak bisa menampung. Sejauh ini belum pernah ada langkah-langkah supaya kaki lima dihormati, padahal sumbangannya kepada perekonomian nasional cukup besar,'' tegas Rizal Ramli. 

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur yang juga Menko Maritim dan Sumber Daya era Presiden Jokowi ini menekankan, berbagai perizinan yang mempersulit usaha kaki lima harus dihapus. Bahkan Rizal mendesak dilakukan pembebasan pajak kepada para para pedagang kaki lima berskala kecil, hingga penghasilannya bisa mencapai Rp 500 juta per tahun.

"Harus ada pemberian kredit tanpa jaminan, tetapi dengan berlandaskan riwayat pinjaman," sambung Rizal.

Yang menarik dari kunjungan Rizal Ramli di kawasan komplek Raden Wijaya dan Pendopo Gajah Mada, Trowulan, Mojokerto ini ternyata Rizal Ramli pada sekitar tahun 1982 pernah berdomisili di Mojokerto, yaitu pada saat menjadi field coordinator reformasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Desa yang kala itu produknya Simpedes dan Kumpedes.

Sementara itu Ketua Umum APKLI dr Ali Mahsum dalam pidatonya mengatakan, para pedagag kaki lima dapat menjadi elemen pembangkit pertumbuhan ekonomi nasional. Namun dia prihatin, perekonomian nasional saat ini mirip dengan kondisi Nusantara di abad 13 yaitu fase rawan dimana kekuatan asing yang direpresentasikan oleh Kublai Khan (salah satu pemimpin Mongol yang mengagresi China) mencoba menguasai Nusantara.

Tetapi usaha ini disikapi secara cerdik  oleh Pangeran Wijaya, selain berhasil mengusir kekuatan asing Kublai Khan, Raden Wijaya juga berhasil mendirikan Majapahit setelah mengalahkan Kertanegara dengan bantuan tentara Kublai Khan. (Alee)

 

(Alee)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com