PCI Fokus Ikuti Turnamen Pengganti Asian Games di Incheon

PCI Fokus Ikuti Turnamen Pengganti Asian Games di Incheon

Jakarta, HanTer - Pasca tak dipertandingkannya cabang olahraga criket dalam pesta olahraga negara-negara Asia tahun ini di Tanah Air, Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PCI) membidik turnamen internasional pengganti Asian Games 2018 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, pada Juli-Agustus mendatang.
 
Seperti diketahui, pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang tidak menggelar pertandingan cabang cricket, walaupun PCI telah melakukan pendekatan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2017.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PPPCI Azis Syamsuddin dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional di Jakarta, Minggu (25/2/2018). "Kejuaraan tersebut merupakan satu dari tiga agenda kami pada 2018 ini yang merupakan sebagai pengganti kejuaraan Asian Games. Kami tetap ingin mengharumkan nama Merah-Putih melalui cabor criket dalam kejuaraan internasional lainnya," ucap Azis Syamsuddin.
 
Pria yang juga sebagai anggota DPR RI itu juga mengatakan jika kejuaraan internasional di Incheon tersebut bukanlah turnamen tandingan Asian Games, menyusul keinginan dari atlet-atlet cricket Asia untuk menggelar pertandingan internasional.
 
Sementara itu dua kejuaraan lain yang juga akan diikuti oleh tim cricket Indonesia adalah kejuaraan cricket terbuka tingkat ASEAN di Thailand pada awal Maret 2018 serta Kejuaraan Bali Six di Bali pada akhir Maret 2018.
 
Azis pun mengatakan, dibawah kepemimpinannya, cricket Indonesia telah memperbaiki peringkat dunia dari posisi ke-45 menjadi posisi ke-29, ditambah organisasinya mampu membuktikan akuntabilitas laporan keuangan.
 
Di lain hal, Azis juga mengatakan bahwa Cricket Indonesia terus berusaha meningkatkan prestasi tingkat dunia sehingga dapat mengikuti Piala Dunia Cricket di Melbourne, Australia, pada 2019. "Kami saat ini masih terkendala lokasi pemusatan pelatihan nasional yang tetap karena saat ini atlet-atlet masih berlatih di Cibubur, Jakarta," ucapnya.
 
Dalam Rakernas 2018 yang dihadiri 18 pengurus provinsi PCI itu, Azis berharap cabang olahraga cricket akan dapat digelar pada SEA Games 2019 di Filipina menyusul prestasi cricket Indonesia yang meraih medali perak dan perunggu dalam SEA Games 2017 di Malaysia.
 
Sebagai informasi, multi event SEA Games mempertandingkan 32 cabang olahraga olimpik, di mana dua cabang seperti aquatik dan atletik merupakan cabang olahraga yang wajib diperlombakan, kemudian 30 cabang olahraga lainnya tuan rumah silahkan memilih untuk dipertandingkan dengan batas minimum 14 cabang olahraga. Kemudian tuanrumah diperbolehkan menggelar cabang olahraga tak populer yang tak banyak dimainkan oleh negara peserta sesuai keinginannya.
 
Terkait SEA Games 2019 di Filipina, Suwarno, selaku perwakilan KONI Pusat dalam pembukaan Rakernas PCI mewanti-wanti bahwa koordinasi harus terus dilakukan dengan KOI jelang SEA Games 2019 mendatang, agar cabor tersebut tetap dimainkan dalam pesta olahraga negara-negara se-Asia Tenggara tersebut.
 
"Mohon untuk dipantau nantinya oleh PCI dengan berkoordinasi terhadap KOI untuk tetap memasukan criket pada SEA Games yang akan berlangsung di Filipina pada 2019 mendatang agar tidak lepas," ucap Suwarno. 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com