Harian Terbit Kembali Raih Penghargaan APKLI

Harian Terbit Kembali Raih Penghargaan APKLI

Jakarta, HanTer - Harian Terbit kembali meraih penghargaan dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Pada 2017,  surat kabar yang beredar siang ini, juga mendapat penghargaan yang sama. Penghargaan diberikan lantaran dinilai konsisten membela dan memperjuangkan tegaknya  kembali ekonomi rakyat, dan mengembalikan kedaulatan ekonomi bangsa dari cengkraman penjajahan asing.

Pemberian penghargaan diserahkan Ketua Umum APKLI dr Ali Mahsun M. Biomed kepada Pemimpin Redaksi Harian Terbit Ali Akbar Soleman Batubara di acara Puncak Harlah 25 Tahun APKLI, yang berlangsung di Kompleks Siti Inggil Raden Wijaya, Pendopo Agung (Hamukti Palapa Gajah Mada) Trowulan,  Mojokerto, Jawa Timur,  Minggu (25/2/2018).

Ali Mahsun, yang juga Presiden PKL menyebutkan, penghargaan diberikan karena Harian Terbit turut serta dengan APKLI diseluruh Indonesia dalam melindungi serta memperkuat kedaulatan ekonomi rakyat, dan mengembalikan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Harian Terbit yang tak lelah-lelah berjuang untuk membela dan berperan besar dalam perjuangan PKL selama ini. Juga dalam memperjuangkan program Revolusi Kaki Lima yang digelar APKLI untuk kesejahteran PKL. Kami berharap media massa lainnya turut serta agar PKL bisa diberdayakan, dilindungi dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” kata Ali Mahsun.

Pemimpin Redaksi Harian Terbit Ali Akbar Soleman Batubara dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut. “Sesuai dengan misi dan visi surat kabar kami “Koran Aspirasi Rakyat”, Harian Terbit akan terus membela perjuangan PK, karena PKL adalah katup pengaman perekonomian nasional, dan PKL mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi, sekalipun kondisi krisis ekonomi, ” kata Ali Akbar.

Menurutnya, sejak awal Harian Terbit yang  diterbitkan oleh PT  Astri Cahaya Gemilang, selalu mendorong  agar 25 juta PKL di Indonesia mampu eksis dan unggul dalam menghadapi perdagangan bebas era MEA 2015 dan Pasar Tunggal Dunia 2020.

“Supaya eksis dan memberikan kontribusi besar terhadap negeri ini,  PKL harus diberdayakan dengan cara-cara yang humanis, tidak boleh lagi ada penggusuran. Mulai saat ini jangan lagi ada yang menyebut atau menganggap PK bagian dari masalah pembangunan. Tanpa PKL, jutaan orang akan jadi pengangguran, miskin, lalu mereka kelaparan. Pemberdayaan yes, penggusuran no,” ujar Ali Akbar.

Puncak Harlah seperempat abad APKLI dihadiri ribuan orang dari pengurus DPP, DPW dan DPD APKLI seuruh Indonesia, serta PKL. Juga hadir begawan ekonomi Dr Rizal Ramli selaku Ketua Dewan Pembina APKLI.  Pada puncak Harlah juga digelar Perhelatan kolosal "Do'a Nusantara dan Kirab Obor Merah Putih PKL Menggugat Untuk Indonesia Berdaulat".

Ali Mahsun mengemukakan, PKL  kini dan ke depan harus di tata dan diberdayakan, sudah tidak boleh lagi ada penggusuran, juga menstigma negatif terhadap PKL yang masih kerap di anggap sebagai bagian dari masalahpembangunan (part of peroblem development). 

“Sesuai Perpres RI No. 125 Tahun 2012, maka paradigma penggusuran PKL yang represif dan teknokratis harus digeser ke paradigma pemberdayaan PKL yang humanis dan aspiratif,” ujar Ali Mahsun. 

 

(Alee)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com