Memperingati Pemimpin Oposisi yang Terbunuh, Ribuan Orang Berkumpul di Moskow

Memperingati Pemimpin Oposisi yang Terbunuh, Ribuan Orang Berkumpul di Moskow

Moskow HanTer - Ribuan orang bergerak melalui pusat kota Moskow pada hari Minggu (25/2/2018) untuk memperingati pembunuh pemimpin oposisi Boris Nemtsov.
 
Nemtsov, merupakan salah satu kritikus paling kejam Presiden Vladimir Putin. Ia ditembak mati pada 27 Februari 2015 saat ia berjalan melintasi jembatan dekat Kremlin. Dia telah mengerjakan sebuah laporan yang memeriksa peran Rusia dalam konflik di Ukraina.
 
Pembunuhannya membuat dingin terhadap lingkaran oposisi dan memulai demonstrasi tahunan di Moskow yang telah menyatukan berbagai partai oposisi dan pihak-pihak yang tidak puas dengan pihak berwenang.
 
Beberapa menyalahkan Putin atas kematian Nemtsov tapi dia tidak pernah menanggapi tuduhan tersebut. Pada tahun 2015, dia mengatakan bahwa pembunuhan tersebut memiliki "sifat provokatif" dan kemudian dia mengamati secara seksama proses penyelidikan tersebut.
 
Menurut White Counter, sebuah LSM yang menghitung peserta demonstrasi dengan bingkai detektor logam, sekitar 7.600 orang ikut serta dalam pawai Moskwa dimana penyelenggara diberi izin oleh pemerintah kota.
 
Pada pertengahan 2017 sebuah pengadilan Rusia menghukum Zaur Dadayev, mantan tentara di Chechnya, 20 tahun penjara karena membunuh Nemtsov dan menyerahkan hukuman antara 11 dan 19 tahun kepada empat orang lainnya yang dihukum karena menjadi kaki tangannya.
 
Tapi pendukung Nemtsov mengatakan bahwa Dadayev dan yang lainnya hanya petugas tingkat rendah. Kasus tersebut tetap tidak terpecahkan, kata mereka, karena mereka yang telah memesan, membiayai dan mengatur tidak pernah tertangkap.
 
"Kami harus memastikan bahwa mereka yang memerintahkan dan mengorganisir pembunuhan tersebut terdeteksi," kata politisi oposisi Rusia Mikhail Kasyanov di saluran langsung Dozhd dari pawai.
 
Ksenia Sobchak, pesaing lain untuk pemilihan Maret di mana Putin secara luas diperkirakan akan menang, juga ikut dalam demonstrasi tersebut, berdiri di garis depan bergerak melalui rute sepanjang 2.2 kilometer (174 mil) melewati pagar logam yang dijaga oleh POLISI. Pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang dilarang tampil dalam pemilihan, juga hadir. 
 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com