Presiden Jokowi Apresiasi Penerapan Program Padat Karya Tunai di Kabupaten Tabanan Bali

Presiden Jokowi Apresiasi Penerapan Program Padat Karya Tunai di Kabupaten Tabanan Bali

Tabanan, HanTer - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan apresiasi terhadap penerapan program Padat Karya Tunai  yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. 
 
Hal tersebut diungkapkan saat presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Tabanan dan melihat langsung program padat Karya Tunai yang berada di Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali pada akhir pekan lalu.
 
Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan agar segera melaksanakan program padat karya tunai lainnya untuk meningkatkan penyerapan anggaran.
 
"Saya sangat mengapresiasi kinerja cepat dari Pemkab Tabanan dan saya pun akan mendorong daerah lain untuk segera melaksanakan program PKT dalam rangka meningkatkan penyerapan anggaran di tiap-tiap daerah," ujar Presiden yang akrab disapa Jokowi itu.
 
Presiden Joko Widodo menjelaskan, program padat karya tunai tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di daerah-daerah. Terutama di pedesaan. "Pola padat karya tunai ini betul-betul diharapkan bisa mendongkrak peredaran uang di desa dan di daerah untuk meningkatkan daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat," ujarnya.
 
Saat meninjau pelaksanaan padat karya, Presiden sempat berbincang-bincang dengan warga yang berpartisipasi dalam padat karya tersebut dan pemerintah pusatpun telah menyiapkan anggaran program padat karya tunai untuk tahun 2018.
 
Dalam kunjungannya itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
 
Sementara itu, di Kesempatan lain Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menambahkan program padat karya tunai yang dilakukan di Kabupaten Tabanan diwujudkan dalam bentuk pembangunan irigasi kecil dan jalan produksi yang rencana pengerjaannya untuk saluran irigasi akan dikerjakan selama 50 hari dan jalan produksi selama tiga bulan.
 
“Jalan produksi yang hendak dibangun warga tersebut panjangnya mencapai 592 meter. Nilai proyeknya mencapai Rp 600 juta.  Sedangkan untuk pembangunan irigasi akan melibatkan 150 orang. Nilai proyeknya mencapai Rp 675 juta dengan panjang mencapai 600 meter dan dikerjakan selama 50 hari," ujar Bupati Eka.
 
Ia juga menambahkan untuk upah yang diterima oleh warga dalam padat karya tunai tersebut adalah Rp125 ribu per hari untuk tukang dan Rp 85 ribu per hari untuk pekerja. Bupati Eka mengharapkan program yang dibuatnya ini bisa sukses dan dapat menjadi contoh untuk program lainnya.
 
"Padat karya merupakan sebuah program yang baik untuk masyarakat Indonesia. Kami ingin program ini bisa sukses dan menjadi contoh untuk pembuatan program-program lainnya" tutup Bupati Eka.

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com