TAJUK: Mewaspadai Investasi Tipu-tipu

TAJUK: Mewaspadai Investasi Tipu-tipu


Investasi bodong, fiktif, dan sejenisnya ternyata tak pernah hilang. Buktinya, sampai saat ini,  korbannya terus bermunculan. Padahal, sudah sering ada berita tentang investasi tipu-tipu alias investasi bodong. Selain jumlah korban yang terus bertambah, nilai kerugiannya pun sangat besar.

Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nilai kerugian negara akibat investasi bodong mencapai Rp100 triliun. Angka yang sangat fantastis. Jatuhnya korban tentu karena masyarakat terlalu mudah tergoda dan tidak kritis dalam memilih bisnis investasi. 

Mudahnya masyarakat tergiur dan tidak hati-hati membuat investasi bodong yang terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. Modus yang sering dipakai adalah dengan tawaran keuntungan investasi yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat. Padahal keuntungan tersebut tidak masuk akal, dan wajib dicurigai.

OJK sendiri kini mensinyalir ada sekitar 150 lembaga keuangan dan investasi yang belum diketahui legalitas dan pengawasannya. Hal ini sudah diumumkan di investor alert portal website SikapiUangMu OJK.

Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat berhati-hati pada penawaran produk dan kegiatan usaha 21 entitas yang telah diidentifikasi pada Desember 2017. 

Sudah sangat lama praktik investasi bodong tumbuh subur di negeri ini, tidak pernah mati. Seakan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum. Padahal sudah banyak masyarakat yang sudah terjebak di dalamnya dan kerugian finansial bisa ratusan miliar dan triliunan rupiah.

Menjamurnya investasi bodong ini tentu juga ada peran masyarakat. Mereka tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan, sehingga tidak hati-hati, dan tidak teliti. Ada juga masyarakat yang terjebak karena ingin cepat kaya, tanpa harus kerja keras. Gara-gara ingin cepat kaya, mereka menjadi korban penipuan.

Penipuan lewat investasi bodong tidak akan terjadi seandainya calon nasabah tetap kritis menghadapi berbagai penawaran investasi yang menjanjikan hasil investasi yang tinggi dengan mengabaikan risiko, karena sudah dininabobokan bayangan tambahan pendapatan tanpa harus bekerja keras. Namun, saat kerugian datang tidak siap menghadapinya.

Untuk mencegah korban investasi bodong perlu edukasi terhadap masyarakat bagaimana cara berinvestasi yang benar. Di satu sisi, maraknya investasi bodong menunjukkan dana yang di masyarakat cukup besar, tetapi sayangnya belum paham bagaimana memilih cara berinvestasi yang aman, misalnya melalui pasar modal dalam bentuk reksa dana.

Tentu saja edukasi yang intensif tidak akan berarti apa-apa seandainya tanpa dibarengi pengawasan terhadap penyelenggara investasi secara ketat.  

Harapan kita aparat penegak hukum dan  pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  harus terus berupaya untuk menyelamatkan masyarakat agar terhindar dari penipuan orang-orang tidak bermoral.  OJK harus bisa mendeteksi secara dini lembaga investasi yang mencurigakan sehingga tak perlu menelan korban.

Disis lain, penipuan lewat investasi bodong tidak akan terjadi seandainya calon nasabah tetap kritis, hati-, dan teliti, terutama  ketika ada perorangan atau perusahaan yang memberikan penawaran investasi dengan keuntungan yang menjanjikan atau berlipat ganda dalam waktu singkat. Korban biasanya ingin cepat kaya tanpa mau bersusah payah, dan secara umum mereka memang miskin informasi mengenai investasi.

Sayangnya, banyak masyarakat yang terkesima oleh tingginya return saja. Tetapi, lupa akan risikonya. Persepsi yang sepertinya banyak dimanfaatkan pihak yang menjual investasi bodong. Saat kerugian datang tidak siap menghadapinya.

Praktek investasi bodong harus dihentikan agar korban tidak terus berjatuhan. Aparat penegak hukum dan OJK harus mengawasi ketat perusahaan-perusahaan investasi. Selain itu, masyarakat harus diberitahu tentang aturan-aturan yang berkaitan dengan investasi.

Kita kembali mengingatkan masyarakat agar menyeleksi tawaran investasi yang datang silih berganti. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi maraknya investasi bodong. Jika mengetahui ada perusahaan investasi mencurigakan segera laporkan ke OJK atau kepolisian. Tentu OJK harusnya lebih berani mengumumkan lembaga-lembaga keuangan yang legal harus terus dilakukan. Hal ini akan sangat membantu masyarakat seperti yang telah dilakukan di luar negeri.

 

 

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com