Bungkam Garuda, Hangtuah Cetak Sejarah Melesat ke Semi Final IBL

Bungkam Garuda, Hangtuah Cetak Sejarah Melesat ke Semi Final IBL

IBL 2017/18

Bandung, HanTer - BSB Hangtuah sukses menjadi tim pertama dari babak play-off yang maju putaran ke empat besar kompetisi sepakbola Indonesia Basketball League (IBL) 2017/18 setelah menundukkan Garuda Bandung dengan skor akhir 2-1, melalui format best of three dari Divisi Merah.
 
Pertandingan pertama yang berlangsung di GOR C-Tra Arena, Jumat, (2/3/2018) lalu, Hangtuah sukses meraih kemenangan tipis dengan skor 76-74. Sehari kemudian di tempat yang sama, giliran tuan rumah Garuda Bandung yang meraih kemenangan melalui skor 73-69, sehingga laga penentu pun mesti dimainkan. 
 
Setelah rehat sehari, tepatnya Senin (5/3/2018), Hangtuah kembali meraih kemenangan di depan para pendukung Garuda melalui skor akhir 59-64. Kemenangan ini bisa dikatakan capaian Hangtuah yang luar biasa, pasalnya saat menyudahi kuarter pertama, Kelly Purwanto cs hanya mampu mendulang 3 angka, sedangkan Garuda sukses mengemas 18 angka.
 
Namun selepas rehat, pelatih Hangtuah, Andika Supardi Saputra coba memompa spirit para pemainnya. Hal itu berhasil, 24 poin berhasil diraih anak asuhnya, sedangkan Garuda hanya mampu menambah empat angka, sehingga tim tamu balik memimpin dengan skor 27-22 dipenghujung kuarter dua. Hangtuah pun terus memimpin perolehan skor di kuarter tiga dan empat, bahkan hingga buzzer kuarter terakhir berbunyi.
 
Capaian ini menjadi catatan sejarah baru bagi Hangtuah yang belum pernah mencicipi semifinal. Terhitung sejak delapan tahun terakhir. Menurut pelatih Hangtuah, Andika Supriadi Saputra, kemenangan tersebut didapat setelah timnya berhasil keluar dari ketegangan. "Kuarter pertama kami benar-benar tak berdaya. Anak-anak kaget dengan agresivitas lawan, juga fan tuan rumah yang luar biasa," tuturnya.
 
Hal senada diungkapkan oleh center Hangtuah, Nahshon Christopher George, yang pada laga tersebut menyumbang 30 angka bagi timnya, mengaku baru menemui irama permainan pada kuarter kedua. "Kami bermain sangat nyaman. Semoga permainan seperti ini akan terulang kembali di pertandingan selanjutnya," kata George.
 
Disemi final, Hangtuah sudah ditunggu jawara Divisi Merah Satria Muda untuk memperebutkan tiket final di Britama Arena, Jakarta, pada dua pekan kedepan. Meski menhadapi tim raksasa, George mengaku tidak mau menganggap lawannya sebagai lawan yang sulit. "Kami sama-sama punya kans besar untuk menjadi finalis. Kita lihat saja pertandingan nanti," tegasnya.
 
Sementara itu, pelatih Garuda Bandung Andre Yuwadi, mengakui ketangguhan Hangtuah. "Inilah playoff. Selamat buat Hangtuah semoga bisa lebih bagus di semifinal. Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya. Anak-anak sudah menjalani season dengan bagus," tutur Andre.
 
Meski menuai kekalahan, Andre pun tak lupa memberikan apresiasi yang tinggi buat para anak asuhnya yang telah memulai gim dengan baik. "Apresiasi buat anak-anak yang memulai gim dengan baik. Kami akui, konsistensi kurang setelah kuarter pertama, merosot jauh dikuarter dua, namun di kuarter tiga dan empat kita coba kejar lagi namun sulit, terlebih menutup pergerakan dua pemain impor lawan," ungkapnya. 
 
Kekalahan Garuda ini tak lepas dari absennya salahsatu pemain andalan mereka Roderick Flemings, akibat cedera, sehingga menurut Andre, kehilangan bigmannya itu membuat offense dan defensenya terbatas. "Tanpa Flemings memang pengaruh terhadap tim. Kuarter awal memang bisa menutup George tapi seberapa tahan? Terbukti di kuarter empat kami memang kalah size. Pada kuarter dua Hangtuah merubah pola dari man to man ke zona defense membuat kami sulit menembus paint area yg biasanya dilakukan oleh Flemings," pungkas Andre.
 
Disisi lain, pelatih Hangtuah, Andika Saputra mengatakan minimnya angka yang diraih skuadnya di kuarter pertama lantaran terjadinya over confidence, di mana lawan tanpa diperkuat Flemings. "Saya akui jika anak-anak mengawali permainan dengan lambat mungkin karena over confidence, lawan tanpa Flemings. Namun melihat hasil kuarter pertama, saat jeda saya hanya tanya, anak-anak mau menang gak?," ungkapnya.
 
Menyikapi laga selanjutnya melawan Satria Muda, Andika mengatakan bahwa dirinya akan meracik taktik yang terbaik untuk mengalahkan tuan rumah. "Kami akan putar otak melawan Satria Muda untuk sebuah tiket final musim ini," pungkasnya. 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com