UNAS Soft Launching Hybrid Learning Magister Bisnis

UNAS Soft Launching Hybrid Learning Magister Bisnis


Jakarta, HanTer - Universitas Nasional (UNAS), Kampus Terakreditasi Institusi dengan Nilai A (Sangat Baik) sof launching hybrid learning Manajemen Bisnis Magister Manajemen, Kamis (8/3/2018).

Pada kesempatan ini tampil sebagai pembicara, Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, MA dan Rektor Cyber Hankuk Universityof Foreign Studies, periode 2014-2017, Prof. Jang Youn Cho.

Hybrid Learning memadukan antara sistem pembelajaran online dan onsite. Dimana mahasiswa Manajemen Bisnis nantinya akan mendapatkan perkuliahan dengan perbandingan pertemuan tatap muka sebesar 50 persen dan sisanya melalui sistem online, dari total 16 kali pertemuan dalam setiap semester. Materi perkuliahan online ini dibuat secara terencana dan terstruktur di 2 studio UNAS berteknologi terkini dengan peralatan yang didatangkan dari Korea.

‘’Hybrid Learning ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasinya tanpa ada kendala jarak dan waktu. Para pengajarnya bergelar professor dan doktor lulusan dari Universitas di dalam maupun luar negeri,’’ ujar El Amry Bermawi Putera, dalam pidatonya pada wisuda Periode I Tahun Akademik 2017/2018, di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3).

UNAS menggandeng Cyber Hankuk University of Foreign Studies – salah satu universitas terbaik di Korea yang telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis online pada program studi Manajemen Bisnis yang akan segera dibuka pada tahun akademik 2017/2018.

El Amry menambahkan, MBA merupakan salah satu program studi yang paling diminati di dunia. Sebagai pembanding, Amerika Serikat sebagai negara maju di dunia, jumlah mahasiswa yang mengambil program MBA/ Bisnis mencapai 30 persen dari total seluruh mahasiswa di negara adi daya tersebut. Indonesia, dengan jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa, seharusnya dapat meningkatkan peminatannya terhadap bidang kewirausahaan/ bisnis agar ekonomi negara menjadi lebih maju.

Cyber Education

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, turut mempengaruhi berbagai lini kehidupan, Dalam decade ke depan, revolusi industri ke-4 akan berkembang sepenuhnya dan kecerdasan buatan, internet untuksegalanya (Internet of Things), Mahadata, dan juga bioteknologi akan menjadi kata-kata umum dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali system dan cara pengajaran di PerguruanTinggi.

‘’Revolusi industri ke-4 juga berarti kehidupan tanpa batas dalam konteks teknologi informasi dengan penggunaan daya dan data komputasi yang tidak terbatas, karena hal ini dipengaruhi oleh perkembangan Internet dan teknologi digital massif sebagai tulang punggung gerakan manusia dan mesin dan konektivitas. Era ini juga akan mempengaruhi bidang sains, teknologi dan pendidikan tinggi. Karena itu, kehadiran pendidikan berbasis online tidak terelakkan,’’ ungkap Prof Jang Youn Cho.

Prof Jang Youn Cho mengemukakan hal tersebut dalam orasinya berjudul Pentingnya Pendidikan Berbasis Online untuk Pembangunan Indonesia, di depan ratusan wisudawan UNAS periode I Tahun Akademik 2017/2018, di Jakarta Convention Centre (JCC), Minggu (4/3).

Menurut Rektor Hankuk University, Korea periode 2014 – 2017 dan salah satu pendiri Cyber Hankuk University of Foreign Studies ini, pendidikan berbasis online sangat penting khususnya untuk Indonesia yang merupakan Negara kepulauan, karena dapat memberikan akses pendidikan yang lebih merata kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada dan mengurangi pengangguran di Indonesia melalui sector pendidikan.

Untuk itu,  Prof Jang Youn Cho sangat mendukung langkah Universitas Nasional untuk menerapkan pendidikan berbasis online (cyber education) di Indonesia.

 

 

(Alee)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com