Potensi Hujan Lebat Awal Maret, Operator Penerbangan Diminta Waspada Cuaca Buruk

Potensi Hujan Lebat Awal Maret, Operator Penerbangan Diminta Waspada Cuaca Buruk

Jakarta, HanTer - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso kembali meminta jajaran regulator dan operator penerbangan, baik di pusat maupun di daerah untuk mewaspadai cuaca ekstrim pada awal Maret ini. Hal tersebut mengacu pada rilis yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 6 Maret lalu yang menyatakan ada potensi hujan lebat yang meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia pada 7-10 Maret ini.
 
Agus Santoso meminta maskapai penerbangan, pengelola bandara dan AirNav Indonesia untuk mempererat kerjasama dan koordinasi dengan otoritas bandara setempat. Terutama dalam hal operasional penerbangan dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak.
 
Agus juga mengingatkan semua pihak untuk selalu patuh pada aturan. Seperti misalnya patuh pada Surat Edaran Keselamatan Ditjen Perhubungan Udara bernomor SE 16 tahun 2017 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrim.
 
"Hujan lebat dan cuaca ekstrim bisa mempengaruhi operasional penerbangan baik itu saat pesawat hendak mendarat maupun hendak terbang. Juga mempengaruhi operasional bandara. Hal itu bisa berdampak pula pada pelayanan  pada penumpang seperti misalnya penundaan penerbangan. Jadi semua pihak harus waspada sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan tetap terjaga," katanya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).
 
Kondisi bandara, terutama di landasan pacu harus benar-benar diperhatikan, apakah ada genangan air atau tidak. Pengelola bandara harus selalu menginformasikan kondisi terbaru terkait cuacanya kepada operator lain dan otoritas bandara setempat. Jika sekiranya kepala bandara berpendapat bandara tidak layak melayani operasional penerbangan akibat cuaca ekstrim ini, Agus menginstruksikan kepala bandara untuk bertindak tegas dengan menutup sementara bandara dari operasional penerbangan.
 
Di sisi lain Agus juga meminta para penumpang memaklumi akan kondisi ini dan selalu mematuhi aturan-aturan penerbangan yang diinstruksikan oleh petugas maskapai dan bandara.
 
"Penumpang saya minta maklum jika nanti ada delay atau pembatalan penerbangan. Di sisi lain, petugas maskapai dan bandara juga harus memberikan penjelasan yang up to date dan gampang dimnegerti oleh penumpang. Dengan demikian terjadi kerjasama yang baik dan tidak menimbulkan kejadian-kejadian negatif," lanjut Agus.
 
Seperti diketahui, BMKG pada 6 Maret lalu merilis kondisi cuaca untuk tanggal 7 - 10 Maret 2018 ini. Menurut BMKG, kondisi atmosfer pada rentang waktu tersebut  diindikasikan mengalami peningkatan dengan ditandai dan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan mengakibatkan potensi hujan dengan intensitas lebat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
 
Wilayah-wilayah tersebut di antaranya: Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat.
 
Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengeluarkan  imbauan pada masyarakat untuk waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/ roboh.

(Akbar)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com