Gebrakan Baru Terapkan Metode Hybrid Learning: UNAS Siap Tingkatkan Kompetensi Lulusannya

Gebrakan Baru Terapkan Metode Hybrid Learning: UNAS Siap Tingkatkan Kompetensi Lulusannya


Jakarta, HanTer - Universitas Nasional (UNAS) turut berperan serta membantu pemerintah dalam mengentaskan masalah pengangguran dengan meningkatkan kompetensi para lulusannya. Salah satu upaya peningkatan kompetensi tersebut diwujudkan melalui penerapan metode Hybrid Learning dalam program studi Magister Manajemen.

"Terus terang, kami sangat prihatin akan kondisi pengangguran di Indonesia. Karena itu, kami ingin agar lulusan kami memiliki kompetensi yang mumpuni khususnya di bidang bisnis, agar mereka tidak hanya mampu mendapatkan pekerjaan yang berkualitas, namun juga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat lainnya," ujar Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, dalam acara soft launching Hybrid Learning Manajemen Bisnis Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana UNAS di studio Kampus Bambu Kuning, Pejaten Pasar Minggu, Kamis (8/3/2018).

Adapun kampus terakreditasi insitusi dengan nilai A (Sangat Baik) ini mengenalkan konsentrasi terbaru di jenjang pendidikan strata dua (S2). Konsentrasi bernama Manajemen Bisnis, akan menjadi salah satu konsentrasi unggulan di program studi Magister Manajemen, karena menerapkan metode Hybrid Learning.

Hybrid Learning merupakan konsep memadukan antara sistem pembelajaran online dan onsite. Dimana,  mahasiswa Manajemen Bisnis nantinya akan mendapatkan perkuliahan dengan perbandingan pertemuan tatap muka sebesar 50 persen dan sisanya melalui sistem online, dari total 16 kali pertemuan dalam setiap semester.

Materi perkuliahan online ini dibuat secara terencana dan terstruktur di 2 studio UNAS berteknologi terkini dengan peralatan yang didatangkan dari Korea.

"Ini adalah sebuah terobosan. Hybrid Learning ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang berkeinginan untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasinya tanpa ada kendala jarak dan waktu. Para pengajarnya bergelar professor dan doktor lulusan dariUniversitas di dalam maupun luar negeri," ujar dia.

Selain pengajar bergelar profesor dan doktor dari dalam negeri, S2 Manajemen Bisnis ini juga akan mendapatkan perkuliahan dari profesor dari berbagai universitas terkemuka di dunia. Seperti dari Cornell Universitity, New York University, University of Florida dari Amerika Serikat serta profesor tamu dari Korea dan Singapura.

Selain itu, UNAS turut menggandeng Cyber Hankuk University of Foreign Studies salah satu universitas terbaik di Korea yang telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis online pada konsentrasi ini.

El Amry menambahkan, program Manajemen Bisnis nantinya akan menjadi cikal bakal program MBA di Indonesia. Ia mengungkapkan, pembukaan konsentrasi bisnis diambil karena melihat pangsa pasar di Indonesia yang masih sangat luas. Di dunia sendiri, program MBA, merupakan salah satu program studi yang paling diminati.

Indonesia, dengan jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa, lanjut Amry, seharusnya dapat meningkatkan peminatannya terhadap bidang kewirausahaan/bisnis agar ekonomi negara menjadi lebih maju.

Dari data BPS  tahun 2016, imbuhnya, menunjukkan rasio wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini, memang sudah meningkat dibandingkan dengan beberapa tahun lalu dimana rasio tersebut tidak mencapai 1 persen.

Namun, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan wirausaha di negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, Indonesia masih tertinggal jauh. Di Thailand, rasio wirausaha sebesar 4 persen, Malaysia mencapai 5 persen, dan di Singapura, rasionya mencapai 7 persen dari jumlah penduduk.

Untuk itu, El Amry mengundang seluruh warga negara Indonesia untuk mengambil Manajemen Bisnis di Universitas Nasional dengan sistem perkuliahan berbasis online dan biaya kuliah yang sangat terjangkau dan dapat diselesaikan hanya dalam 3 semester saja. Bahkan, UNAS turut memberikan beasiswa biaya kuliah sebesar 50 persen untuk seluruh lulusan perguruan tinggi jenjang S1 yang ingin menekuni Manajemen Bisnis pada angkatan pertama nanti.

Selain itu, UNAS juga memberikan garansi uang kembali untuk lulusan Manajemen Bisnis apabila dalam kurun waktu 6 bulan pasca lulus, belum mendapatkan pekerjaan.

Berbasis Online

Perkembangan teknologi yang kian pesat, turut memengaruhi berbagai lini kehidupan. Dalam decade ke depan, revolusi industri ke-4 akan berkembang sepenuhnya dan kecerdasan buatan, internet untuk segalanya (Internet of Things), Mahadata, dan juga bioteknologi akan menjadi kata-kata umum dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali, sistem dan cara pengajaran di PerguruanTinggi.

"Revolusi industri ke-4 juga berarti kehidupantanpa batas dalam konteks teknologi informasidengan penggunaan daya dan data komputasi yang tidak terbatas, karena hal ini dipengaruhi oleh perkembangan Internet dan teknologi digital massif sebagai tulang punggung gerakan manusiadan mesin dan konektivitas. Era ini juga akanmempengaruhi bidang sains, teknologi danpendidikan tinggi. Karena itu, kehadiran pendidikan berbasis online tidak terelakkan," ungkap salah satu pengajar S2 Manajemen Bisnis, Prof Jang Youn Cho, pada kesempatan yang sama.
 
Menurut Rektor Hankuk University, Korea periode 2014 – 2017 dan salah satu pendiri Cyber Hankuk University of Foreign Studies ini, pendidikan berbasis online sangat penting khususnya untuk Indonesia yang merupakan Negara kepulauan, karena dapat memberikan akses pendidikan yang lebih merata kepada seluruh masyarakat Indonesia. Serta, mengurangi pengangguran melalui sektor pendidikan‎. Untuk itu, ia sangat mendukung langkah Universitas Nasional untuk menerapkan pendidikan berbasis online (cyber education) di Indonesia.  

Senada dengan Rektor UNAS dan Prof Jang Youn Cho, dukungan terkait pendidikan berbasis online turut disampaikan oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, pada saat menghadiri wisuda UNAS, periode I Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3/2018).

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung rencana Rektor UNAS untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis online, dan ini harus didukung oleh DPR. Menurut saya, ini adalah hal yang sangat baik karena dapat menjangkau masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dalam hal waktu dan jarak. Serta dapat mendukung pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang cepat,terjangkau dan efisien di Indonesia," papar Bambang.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com