Wakil Sekjen Golkar Sebut Pernyataan Sirajuddin Abdul Wahab Ngawur dan Tendensius

Wakil Sekjen Golkar Sebut Pernyataan Sirajuddin Abdul Wahab Ngawur dan Tendensius

Pergantian Ketua Fraksi Golkar di DPR

Jakarta, HanTer - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian Strategis dan Intelijen, Viktus Murin, menilai pernyataan Sirajuddin Abdul Wahab yang menyoroti kebijakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait penggantian Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, bersifat ngawur dan tendensius. Apalagi Sirajuddin mencurigai pergantian Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI sebagai upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Jelas itu pernyataan ngawur dan tendensius. Apa korelasinya antara Ketua Fraksi dijabat oleh Melchias Markus Mekeng dengan tekanan Fraksi Golkar terhadap KPK? Posisi Partai Golkar terhadap eksistensi KPK sejak awal sudah jelas, yakni mendukung upaya-upaya penguatan KPK. Bagaimana mungkin Fraksi Partai Golkar di DPR RI bertindak di luar kebijakan partai?” ujar Viktus di Jakarta, Jumat (9/3/2018).
 
Viktus, putera Nusa Tenggara Timur yang telah berkiprah di Partai Golkar sejak awal tahun 2003 ini, menilai pernyataan Sirajuddin Abdul Wahab bersifat tendensius karena tidak memiliki dasar-dasar argumentasi yang kuat terhadap premis politik yang dilemparkan ke publik. Oleh karenanya pernyataan Sirajuddin dapat ditafsirkan sebagai serangan politik yang tendensius terhadap Ketua Umum Airlangga Hartarto sekaligus serangan politik terhadap Melchias Markus Mekeng yang telah memperoleh amanah partai untuk memangku jabatan Ketua Fraksi Golkar DPR RI.
 
"Sebaiknya kita tidak boleh memastikan sesuatu hal berdasarkan asumsi-asumsi kosong yang terbangun atas dasar kecurigaan atau lamunan,” terang mantan Sekjen Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), yang juga mantan aktivis mahasiswa era 1998.
 
Terhadap keberadaan organ yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Viktus Murin menyarankan agar organ ini lebih produktif dalam mengelaborasi problematika kebangsaan dan kemasyarakatan berbasikan pada ide-ide dan spirit karya-kekaryaan sebagaimana yang menjadi karakter Partai Golkar.
 
“GMPG bukan bagian dari struktur resmi Partai Golkar. Namun, apabila orang-orang yang berhimpun di situ masih merasa sebagai kader Partai Golkar, maka seharusnya mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah dan martabat Partai Golkar, bukan justeru menggerogoti dan merongrong kebijakan struktural Partai Golkar,” paparnya.
 
Seperti diketahui, Kamis kemarin (8/3/2018), Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus telah menyampaikan surat DPP Partai Golkar kepada pimpinan DPR RI mengenai pergantian Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Robert Jopie Kardinal kepada Melchias Markus Mekeng yang kini masih menjabat Ketua Komisi XI DPR RI.
 
Siradjudin Abdul Wahab, inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) , sebagaimana dilansir Tribunnews.Com, Jumat (9/3/2018), mempertanyakan alasan di balik pergantian itu, bahkan ia curiga pergantian dilakukan untuk menekan KPK. 
 
“Justru menyisakan tanya besar, apakah pergantian Robert Kardinal kepada Melchias Mekeng, untuk melakukan tekanan-tekanan politik terhadap KPK,” tegas Sirajuddin. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com