Pemuka Agama Imbau Jangan Gunakan Masjid untuk Salurkan Syahwat Politik

Pemuka Agama Imbau Jangan Gunakan Masjid untuk Salurkan Syahwat Politik

Jakarta, HanTer - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Nurul Wathan di Jl Agung barat 8 No 1A blok b RW 010 Sunter Agung, Jakarta Utara, menggelar acara Tabligh Kebangsaan yang mengangkat tema "Masjid Sebagai Sarana Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah" Sabtu (10/3/2018).


Didaulat sebagai penceramah adalah KH. Ahmad Imron dari pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah-Cisoka. Hadir juga Ketua DKM Masjid Jami Nurul Wathan, H. Mustajab, Lurah Sunter Agung, H. Andi Dirham serta tokoh lainnya.

H. Andi Dirham dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tabligh kebangsaan. Oleh karena itu kegiatan seperti ini memang sudah harus segera dilaksanakan di setiap wilayah mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik.

Sehingga setiap orang untuk memberikan kesejukan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena jika tidak segera di ingatkan sedini mungkin, terutama kepada para tokoh masjid dan pemuka agama di masyarakat maka dapat berakibat terpecahnya umat.

Sementara itu KH. Ahmad Imron dalam tausiyah kebangsaannya mengatakan, menjauhkan masjid dari hingar bingar politik adalah tanggung jawab semua pihak.

Umat islam tidak boleh alergi politik namun jangan menggunakan masjid untuk menyalurkan syahwat politik, ini yang tidak boleh. Karena saat ini banyak kelompok yang merubah fungsi Masjid sebagai tempat ibadah.

"Ini harus di cegah karena dapat merusak keumatan ditengah-tengah kemajemukan kita," tegasnya.

Menurutnya, agama Islam sebagai rahmattan lil alamin yang membawa kesejukan di dalam hati sanubari pemeluknya harus tetap dijaga khitahnya.

Untuk itu sudah menjadi kewajiban umat muslim dalam menjalankan shalat guna menghindari perbuatan keji dan mungkar dengan mengembalikan peran masjid seutuhnya sebagai tempat sarana beribadah umat Islam.

Di jelaskan, masjid yang merupakan poros kehidupan umat, dalam merefleksikan emosional sesama umat agar tidak ternoda dengan datangnya oknum tertentu demi tujuan dan misi terselubung terhadap ambisi kelompok atau pribadi para politisi untuk meraih simpati dan dukungan suara dalam rangka meraih kekuasaan.

Oleh karena sebagai umat muslim harus faham agar jangan sampai tertipu oleh intrik-intrik politik yang dibawa masuk oknum tertentu ke lingkungan masjid.

Ia juga berpesan, umat harus menjaga fungsi masjid seutuhnya sebagai sarana penyejuk umat karena jika fungsi masjid sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik, dan dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini yang dapat berdampak terhadap bergesernya aqidah umat Islam.

Akibatnya masjid bisa berubah dari tempat sarana ibadah menjadi tempat berkumpulnya oknum untuk melakukan manuver politik memuluskan ambisinya dalam meraih kekuasaan tanpa memikirkan kemaslahatan umat.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com