Pilih WO, Pacific Caesar Disanksi 100 Juta, Ini penjelasan Direktur IBL

Pilih WO, Pacific Caesar Disanksi 100 Juta, Ini penjelasan Direktur IBL

IBL 2017/18

Surabaya, HanTer - Babak play-off Pertalite IBL 2017/18 laga kedua divisi Putih dicederai oleh mogoknya salahsatu kontestan yang memutuskan untuk tidak bertarung meski sudah berada di stadion.

Laga kedua play-off antara Stapac Jakarta melawan Pacific Caesar Surabaya yang dijadwalkan malam tadi pukul 19.15 WIB di DBL Arena, Surabaya itu pun tak kunjung dimainkan, lantaran Pacific Caesar memilih untuk mundur karena merasa keinginannya tak dikabuli oleh operator liga.

Tuntutan Pacific Caesar adalah harus dimainkannya Anton Waters di laga penentu bagi tim asal Surabaya itu, namun operator liga tak mengizinkan apa yang menjadi keinginan lawan dari Stapac Jakarta itu, lantaran yang bersangkutan tengah disanksi.

"Sangat disayangkan Pasific harus menyatakan mundur dari laga ini, karena tidak menerima pemainnya di suspend satu game. Ketentuan tersebut terjadi ketika di game pertama kemarin Anton Waters melakukan satu kali technical foul dan satu kali unsportman, sehingga dengan dasar itu kami harus melarang Anton Waters bermain di game kedua," tutur Direktur IBL, Hasan Gozali pada sesi jumpa pers.

Setelah pemainnya di-suspend, hukuman berkelanjutan pun akan dihadapi oleh Pacific Caesar yang sudah memutuskan WO pada laga ini. "Dalam peraturan pelaksanaan ada klausul ketika sebuah tim melakukan WO atau mengundurkan diri maka ada konsekuensinya yakni denda Rp100 juta," terang Hasan Gozali.

Sosialisasi terkait hukuman bagi pemain yang melanggar saat bermain, Hasan mengklaim jika pihaknya sudah melakukan sosialisasi itu. "Sebelum season dimulai yakni Juli 2017 kita sudah menyebarkan peraturan pelaksanaan. Disana mengacu pada FIBA 2014, tapi ketika menjelang season di November 2017, kita sudah mendatang official FIBA yang menjelaskan ke semua pihak tim di mana ada peraturan perubahan untuk FIBA 2017," ungkapnya.

"Jadi perubahannya adalah di mana terjadi satu technical foul, satu unsportman foul atau dua technical foul atau dua unsportman foul, maka dinyatakan pemain itu rejected. Peraturan tambahan di peraturan pelaksanaan kami, pemain tekena dua technical foul atau dua unsportman foul yang mengakibatkan dia rejected, maka dia akan dihukum satu game dan denda Rp5 juta," terangnya.

"Sebelum seri ini mulai, kami sudah mengadakan technical meeting pada hari Kamis 9 Maret 2018 dengan kedua belah pihak tim (Stapac dan Pacific-Red). Kami pun telah mewanti-wanti kepada kedua belah pihak agar ini Idak terjadi. Namun disayangkan ini terjadi oleh salahsatu tim sehingga kami harus mengambil keputusan karena technical meetingnya sudah dibahas," ungkapnya.

Sementara itu, ketidaknyamanan ini sudah dilaporkan pihak operator liga terhadap sponsor. "Kami sudah memberitahu kepada sponsor. Kami pun sudah meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para sponsor. Terlebih sebelumnya ada beberapa sponsor yang hadir pada malam ini untuk memberikan reward kepada pemain Pacific Caesar," pungkas Hasan.

Stapac Jakarta yang tampil sebagai pemenang play-off divisi Putih dengan skor 2-0 itu pun akan menghadapi Pelita Jaya di fase empat besar, di mana game pertama akan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 5 April 2018 mendatang, kemudian game kedua berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung, 78 April 2018.

(Hermansyah )

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com