Bos Matahari Tewas, Polisi Perlu Periksa CCTV

Bos Matahari Tewas, Polisi Perlu Periksa CCTV


Jakarta, HanTer - Ahli Jiwa dari Universitas Indonesia, Mintarsih A. Latief mengaku curiga dengan kejadian tewasnya Bos Matahari Departement Store, Hari Darmawan.
 
"Iya, saya juga curiga. Tidak semudah itu. Tapi kemungkinan tergelincir juga ada," ujar Mintarsih saat dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Minggu (11/3/2018).
 
Ahli jiwa yang kerap menanggapi masalah kriminalitas ini juga mengungkapkan perlunya pendalaman oleh pihak kepolisian.
 
"Iya masih perlu didalami polisi, perlu juga memeriksa CCTV jika memang ada di Villa itu, CCTV di sekitar kawasan juga diperiksa, bagaimana sebelum dan sesudah kejadian," bebernya.
 
Saat ditanyakan berbagai kejanggalan? Mintarsih mengatakan bukan hal yang mudah.
 
"Kalau memang ada dugaan pembunuhan maka bisa saja pihak keluarga yang lebih mengetahui, dan sudah pasti sangat direncanakan dengan matang, serta aktor dibalik pembunuhan tentunya bukan orang sembarangan, juga kemungkinan kebal hukum. Semua masih perlu didalami," paparnya.
 
Kemudian mengenai asumsi bunuh diri, sangat terbantahkan. Mengingat semasa hidup, Hari Darmawan adalah pekerja yang berjiwa kuat, teguh, ceria, rendah hati dan seorang yang dermawan. 
 
Sebelumnya, Hari Darmawan, pendiri Matahari Department Store sekaligus pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (10/3/2018) pagi. Jasadnya diangkat dari Kali Ciliwung tidak jauh dari vilanya.
 

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com