Prof. Fahlino Sjuib datang dari Boston AS ke Bandung untuk Dukung Ridwan Kamil-Uu

Prof. Fahlino Sjuib datang dari Boston AS ke Bandung untuk Dukung Ridwan Kamil-Uu


 
 
Bandung, HanTer -  Dukungan kepada pasangan RINDU untuk maju sebagai Cagub dan Cawagub dalam pilgub 2018, tak hanya datang dari warga Jawa Barat. Karena seorang warga Bandung yang telah lama bermukim di Boston Massachusetts Amerika Serikat, Prof. Fahlino Sjuib, Ph.D. sengaja datang ke Bandung untuk memberikan dukungan kepada pasangan RINDU.
 
Prof. Fahlino Sjuib Ph. D adalah alumni SMAN 3 Bandung yang melanjutkan studi di Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan S1 di Unpar Bandung, Fahlino melanjutkan studi tingkat Master di Western Illinois University, dan kemudian merampungkan studi doktoralnya dalam bidang ekonomi makro di Kansas State University. Prof. Lino - sapaan akrabnya mengaku cukup mengenal Ridwan Kamil. Dalam pandangannya, Ridwan Kamil adalah seorang figur yang jujur, mengerti permasalahan yang dihadapi, berintegritas dan selalu memberikan yang terbaik untuk semua yang dikerjakannya.
 
Lino menilai, perubahan cepat di dunia global telah menghadirkan tantangan dan peluang baru yang akan sangat berbeda dengan apa yang sebelumnya pernah dialami. Untuk itu, Jawa Barat memerlukan seorang pemimpin muda yang berpengalaman sehingga mampu menangkap peluang-peluang baru yang ada tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan kultur budaya masyarakat Jawa Barat sendiri. 
 
“Saya melihat sosok pemimpin seperti ini ada pada diri RK.  Dengan kemampuan, pengalaman, dan integritas beliau, saya yakin Jawa Barat dan masyarakatnya akan bisa maju pesat apabila dipimpin oleh beliau” ungkapnya.
 
Sebagai seorang ekonom, Lino datang dari Boston untuk membantu Ridwan Kamil dalam menyusun program-program ekonomi dan pembangunan Jawa Barat.  “Kebetulan Jawa Barat bukan daerah yang asing bagi saya karena saya lahir dan tumbuh besar di Jawa Barat, sehingga saya dapat memahami dengan baik tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat di Jawa Barat,” ungkap pria kelahiran Bandung, 13 Desember 1972 ini.
 
Sepanjang karirnya selama 20 tahun lebih, Lino, sudah banyak bertemu, memberi masukan dan bekerja sama dengan banyak pengambil keputusan dan pembuat kebijakan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.  “Dalam interaksi saya dengan mereka, saya dapat menyimpulkan bahwa semua penyelenggara pemerintahan memiliki tujuan yang sama yaitu membangun daerahnya dan mensejahterakan rakyatnya,” papar Lino. 
 
Dijelaskannya, program ekonomi yang baik harus lahir dari pemahaman terhadap akar masalah yang dihadapi dan kemampuan melihat hambatan yang ada untuk menyelesaikan masalah tersebut.  Dengan memahami akar permasalahan, menurut Lino, maka dapat dirancang program ekonomi dan kebijakan pembangunan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan berbasiskan data - atau yang biasa dikenal sebagai evidence based policy.
 
“Dengan begitu, keputusan yang diambil telah teruji melalui kajian yang mencukupi.  Yang terpenting juga, program-program yang dirancang tidak hanya bersifat normatif” tegasnya. Berdasarkan pengalamannya, banyak ide-ide pembangunan yang baik, namun tidak serta merta dapat diimplementasikan.  Hal seperti inilah yang menurut Lino, yang dihindari dalam menyusun progam ekonomi dan kebijakan pembangunan untuk Jawa Barat. 
 

(Anugrah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com