Ketua MPR Minta Larangan Pakai Cadar Tak Perlu Dibesarkan; Itu Jadi Hak Warga Negara

Ketua MPR Minta Larangan Pakai Cadar Tak Perlu Dibesarkan; Itu Jadi Hak Warga Negara

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan polemik pelarangan pemakaian cadar mahasiswi tidak perlu diperpanjang lagi. Sebab menurutnya, larangan tersebut sudah ditarik oleh pihak kampus UIN Yogjakarta.

"Sudahlah tidak perlu dibesar-besarkan, kamous juga sudah menarik larangan tersebut," kata Zulkifli usai membuka Musda DPD PAN Jakarta Pusat, di hotel Arcici, Minggu (11/3/2018)

Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR itu menilai, banyak hal lain yang perlu larangan tegas. Dikatakan dia, seperti LGBT, pemerintah harus mampu menangkal kemauan dari sebagian kalangan agar LGBT diperbolehkan.

"LGBT saja yg nyata-nyata sudah mau minta dilegalkan, itu saja larang dengan tegas, pungkas Zulkifli.

Hak Warga Negara
Ia sekaligus mengapresiasi keputusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang mencabut Surat Rektor No B-1301/Un02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar. 

"Senang sekali keputusan pelarangan bercadar dicabut. Karena memakai cadar itu hak setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya. Keyakinan itu hak asasi orang masing-masing. Tidak boleh ada pelarangan. Seperti keluarga saya yang memakai hijab," kata Zulkifli.

Bapak Penjaga Moral Bangsa ini justru menilai kampus seharusnya melarang keberadaan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). 

Tak hanya itu, larangan juga menurut Zulkifli seharusnya ditujukan terhadap gaya berpakaian yang melanggar moral Pancasila, seperti menggunakan pakaian serba mini.

Sebelum memasuki arena Musda PAN, Zulkifli dihadang sekelompok mahasiswi yang memakai cadar. 

Mereka mengaku mengucapkan terima kasih kepada Zulkifli yang telah mendesak Rektor UIN Sunan Kalijaga untuk mencabut pelarangan memakai cadar.

Sebagai ungkapan terima kasihnya mereka kemudian mengalungkan karangan bunga kepada Zulkifli.

"Memakai cadar itu soal pilihan. Kami juga bisa beraktivitas normal seperti warga negara lainnya," ujar Abiyaa Chatijah, juru bicara mahasiswi pemakai cadar.

(Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com