Tokoh dan Aktivis Islam Bersyukur Akhirnya, Mahasiswi Bisa Bebas Bercadar

Tokoh dan Aktivis Islam Bersyukur Akhirnya, Mahasiswi Bisa Bebas Bercadar

Jakarta, HanTer - Sejumlah tokoh dan aktivis Islam mengucapkan puji syukur terkait dicabutnya surat larangan bercadar bagi mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Mereka bersyukur karena kebijakan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi tidak menimbulkan efek negatif yang membuat gaduh umat muslim di Indonesia. 
 
Disisi lain, dengan pencabutan larangan bercadar juga mematahkam persepsi bahwa cadar identik dengan teroris. "Baguslah kalau larangan bercadar dicabut. Alhamdulillah," tegas Harits Abu Ulya, pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) kepada Harian Terbit, Minggu (11/3/2018).
 
Harits menuturkan, pihaknya mengapresiasi keputusan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi yang telah mencabut larangan bercadar. Ia pun berdoa agar Rektor UIN Sunan Kalijaga bisa istiqomah atas keputusannya tersebut. Apalagi sebelumnya Yudian Wahyudi telah membuat gaduh dengan menerapkan aturan akan melakukan pembinaan terhadap mahasiswi bercadar atau dengan kata lain melarang mahasiswi bercadar di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
 
"Kita apresiasi keputusan yang baik tersebut. Kita doakan istiqomah diatas keputusan baik tersebut," paparnya.
 
Ketua Majlis Taklim An-Nur sekaligus ketua Dewan Dakwah Majlis Ta'lim Syababul Muhibbin Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian juga mengucapkan puji syukur kebijakan yang kontroversial tersebut bisa di batalkan. Dengan pencabutan kebijakan melarang mengenakan cadar maka tidak menimbulkan efek negatif yang yang lebih lanjut membuat gaduh umat Islam. 
 
Sopian menilai, kebijakan tersebut dicabut karena dibuat secara tergesa-gesa seakan-akan pakaian muslim menjadi masalah. “Agar kasus serupa tidak berulang, sambung Sopian, kedepan semoga isu-isu yang sensitif berkaitan dengan keyakinan yang berpotensi membuat gaduh masyarakat dapat dihindarkan,” paparnya.
 
Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga yang dengan lapang dadanya berani merubah keputusan mencabut penggunaan cadar untuk mahasiswinya. Dengan pencabutan larangan penggunaan cadar maka umat Islam diberikan pencerahan dan sama-sama bisa menjalankan syariat Islam dengan tenang dan damai tanpa takut ada intervensi dari pihak manapun.
 
"Pencabutan keputusan penggunaan cadar ini harusnya dijadikan contoh untuk para tokoh agama yang lain yang suka berseberangan dengan syariat untuk tidak gengsi menarik statemen yang membingungkan umat. Karena kami yakin apa yang telah Allah dan rasulnya perintahkan adalah rahmatan lil alamin," paparnya.
 
Seperti diketahui setelah banyak yang menentang Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi akhirnya mencabut surat pembinaan mahasiswi bercadar. Pencabutan surat pembinaan itu telah pula dikonfirmasi langsung Rektorat UIN Sunan Kalijaga. "Betul," kata Rektor UIN Sunan Kalijaga terkait beredarnya surat pencabutan pembinaan mahasiswi bercadar, Sabtu (10/3/2018) malam.
 
Keputusan pencabutan bernomor B-1679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018. Surat yang dikategorikan bersifat penting itu tertanggal 10 Maret 2018. Pencabutan surat pembinaan mahasiswi bercadar itu dikonfirmasi pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Waryono. "La syakka fihi (tidak ada kebimbangan/keraguan di dalamnya)," ujar Waryono.
 
Surat itu sendiri menerangkan jika keputusan pencabutan diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Universitas (RKU) pada Sabtu 10 Maret 2018. Untuk alasannya, disebutkan jika pencabutan demi menjaga iklim akademik yang kondusif. Surat pencabutan ditandatangani langsung Rektor UIN Sunan Kalijaga. Surat berkop UIN Sunan Kalijaga itu ditujukan untuk Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, Kepala Unit/Lembaga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
 
Sebelumnya, sejumlah pihak bereaksi setelah Rektor UIN Sunan Kalijaga mengeluarkan aturan terkait penggunaan cadar di kampus. Ada yang mendukung dan banyak pula pihak yang menentang. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mendukung pembinaan yang dilakukan UIN Sunan Kalijaga terhadap mahasiswi bercadar. Dia menilai larangan bercadar sebagai bagian dari pembinaan merupakan langkah yang terbilang bagus. Sebab menurutnya, penggunaan cadar dikhawatirkan berdampak pada tidak efektifnya proses belajar mengajar.
 
Hak Warga Negara 
 
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan polemik pelarangan pemakaian cadar mahasiswi tidak perlu diperpanjang lagi. Sebab menurutnya, larangan tersebut sudah ditarik oleh pihak kampus UIN Yogjakarta. "Sudahlah tidak perlu dibesar-besarkan," kata Zulkifli usai membuka Musda DPD PAN Jakarta Pusat, di hotel Arcici, Minggu (11/3/2018)
 
Ia sekaligus mengapresiasi keputusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga yang mencabut Surat Rektor No B-1301/Un02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar. 
 
"Senang sekali keputusan pelarangan bercadar dicabut. Karena memakai cadar itu hak setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya. Keyakinan itu hak asasi orang masing-masing. Tidak boleh ada pelarangan. Seperti keluarga saya yang memakai hijab," kata Zulkifli. 
 

(Safari/Sammy)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com