Ketua MPR: Sudahi Adu Domba dan Hoaks

Ketua MPR: Sudahi Adu Domba dan Hoaks

Jakarta, HanTer - Ketua MPR, Zulkifli Hasan mengajak semua elemen bangsa mengakhiri adu domba dan penyebaran berita bohong (hoaks). 
 
"Kalau kita terus seperti ini, maka negara kita tidak akan maju dan sebuah negara bisa maju tergantung bagaimana kita mengelola negeri itu sendiri." Zulkifli Hasan
 
Jakarta, HanTer - Zulkifli Hasan (Zulhasan)  menegaskan jika negara Indonesia mau maju, hoaks dan ado domba harus ditinggalkan. Demikian halnya dengan isu agama dan paranormal serta isu lain yang sifatnya memecah belah NKRI.
 
"Kalau kita terus seperti ini, maka negara kita tidak akan maju dan sebuah negara bisa maju tergantung bagaimana kita mengelola negeri itu sendiri," ujar Zulhasan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2018).
 
Ketua MPR mencontohkan negara Korea Selatan, Korea Utara, sama etnis, suku, bangsa. Korea Selatan maju sekali dan sebaliknya Korea Utara satu tidak.
 
"Begitu juga tetangga kita yang kecil seperti Singapura yang tidak punya apa-apa tetapi karena mengelolanya benar dan bagus maka negaranya menjadi maju," bebernya.
 
Zulhasan mengungkapkan, ada juga negara di Timur Tengah, tinggal colok minyak menyembur tetapi negerinya penuh dengan konflik, ledakan bom dan peperangan.
 
"Menurut saya kita sudah 72 tahun, kita harus keluar dari situasi sekarang ini, jangan lagi ada isu agama, paranormal, suku dan isu yang lainnya dan menurut saya itu sudah kuno. Kita kalau ngomong ya  Indonesia, yang semua orang mempunyai hak yang sama jangan lagi ada perberdaan mayoritas,  minoritas apalagi sudahlah. Kalau Ngomong kita Indonesia yang punya kesempatan dan mempunyai peluang yang sama, rasional saja kita," paparnya.
 
Menurutnya walau politik pencitraan disenangi masyarakat, sebaiknya ditinggalkan. Politisi lebih baik mengembangkan politik yang rasional supaya Indonesia bisa berkembang.
 
"Kita berharap mana yang hebat banyak komitmennya menjaga persatuan lebih kuat dan yang memiliki kemampuan lebih hebat untuk memajukan negeri ini, kita sudah bicara mengarah kesana. Kalau sekarang negara terus begini, maka ada satu kelompok orang ada segelintir manusia yang ingin mengadu domba kita, yang ingin memecah belah kita dan yang menyakinkan bahwa kita ini bisa diadu domba," ulas Zulhasan.
 
Selain itu menurutnya muncul tindakan keras terhadap ulama, pastur dan lainnya karena masyarakat mudah diadudomba.
 
"Oleh karena itu saya berpendapat kita harus keluar dari apa yang terjadi sekarang ini, kemana keluarnya? Sebagaimana kita telah sepakati yaitu kita tidak lagi membedakan soal suku, klenik, nasional religius, agama dan segala macam tetapi kita adalah Indonesia yang memiliki kesempatan yang sama dan memiliki hak yang sama di negeri ini," pungkas Zulhasan. 

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com