Kowani Komitmen Perdayakan Perempuan di Daerah Tertinggal

Kowani Komitmen Perdayakan Perempuan di Daerah Tertinggal



Amerika, HanTer - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memiliki komitmen serta berkolaborasi yang berkesinambungan untuk memberdayakan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah pedesaan tertinggal, terbuang dan terpencil. Tanpa adanya pemberdayaan  perempuan dan kerjasama antar negara maka SDGs tidak akan tercapai.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kowani Dr Ir Giwo Rubianto Wiyogo M Pd dalam keterangan tertulis diterma wartawan, saat mengikuti Sidang Commission on the Status of Women (CSW) ke-62 pada 12 hingga 24 maret 2018, di New York Amerika Serikat.

Pada acara yang mengambil tema “Empowering Rural Woman And Girls” tersebut, delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Giwo Rubianto Wiyogo. Turut serta hadir pada kesempatan tersebut bersama Uli Silalahi sebagai Ketua bidang Hubungan Luar Negeri, Heryana Hutabarat sebagai ketua bidang Humas, Tantri Djatmika, Lisye Sinulingga, Sharmila, psikolog Prof Dr Ledya Feriani Hawani MM, Mediasti Sutopo, Ani Budiarti, Prosidawaty Tarigan, Sylvia Mogot de Winter dan Henni.

“Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka tugas Pemerintah adalah  membangun infrastruktur, sanitasi, kesehatan, ekonomi dan pendidikan  yang sejalan dengan program Nawacita Bapak Presiden,” kata Giwo Rubianto, kepada wartawan di sela-sela acara.

Dalam Pembukaan Sidang CSW, Sekjen PBB Antonio Guttares dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan perempuan tidak didapatkan dengan cuma-cuma atau diberikan begitu saja, tetapi harus dengan usaha dan kerja keras untuk meraihnya (taken not given).

Sementara Direktur eksekutif UN Women, Dr Mlambo Ngcuka, dalam paparannya mengatakan, perempuan harus bersatu untuk mencapai tujuan, dan untuk mencapai tujuan Perempuan harus sehat baik jasmani dan tohani. “80% Perempuan pedesaan mereka memiliki hal yang sama, dimana kita harus berani memberhentikan ketertinggalan mereka. Kita harus mendesak agar semua pihak untuk memberhentikan kekerasan terhadap Perempuan,” kata Mlambo.

Ia juga meminta agar suara Perempuan harus diperhitungkan, Perempuan harus menuntut kesetaraan dalam hal Pendidikan dan Kesehatan. “Kita harus berkomitmen bahwa Perempuan harus mendapat Pekerjaan yang layak, stop kelaparan pada Perempuan, 2/3 Perempuan insecure terhadap kelaparan sehingga mereka mencari makanan sendiri,” tutur Mlambo Ngcuka.

Perempuan di pedesaan, imbuhnya masih banyak yang menderita kekurangan nutrirsi, anemia sehingga banyak mengakibatkan terjadinya kematian pada kaum Ibu. Infrastruktur untuk askes penyediaan air minum dan air bersih ia minta juga harus diperhatikan. “Persamaan Hak yang berkaitan dengan pendidikan, kepemilikan sertifikat tanah,” urai Mlambo Ngcuka.

Dalam kesempatan ini juga membahas  masalah kesehatan hendaknya ditekankan mengenai early marriage dan early pregnancy yang saat ini masih sangat rentan terhadap kematian dan harus diperjuangkan supaya anak-anak tidak menikah pada usia dini (15 tahun).

“Saat ini masih banyak kejadian anak-anak dipaksa menikah (forced marriage) dengan usia dengan perbedaan 3,” sesalnya

CSW ke 62 ini akan membantu untuk perempuan pedesaan untuk masalah akses ekonomi, akses pendidikan, akses pertanian dan fokus pada perempuan dan anak perempuan di pedesaan yang mana 1/3 nya perempuan hidup dalam pertanian, kerja informal tanpa proteksi dan tidak boleh ada seorangpun yang tertinggal.

“Sehingga  kita harus berjuang untuk perempuan pedesaan itu. Kita harus membantu untuk  food insecurity dan basic literacy,” papar Mlambo Ngcuka.

Perempuan imbuhnya, harus mempunyai hak yang sama dengan pria dan yang dibutuhkan adalah action dan teknologi yang maju.

Ms Cornelia Richter sebagai vice president IFAD juga menjelaskan tentang hak-hak Perempuan pedesaan, pentingnya food security dan improved gender equality dan rural empowerment dan bagaimana meningkatkan taraf hidup.

 

(Danial)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com