Kremlin: Rusia Belum Melancarkan Perang Diplomatik

Kremlin: Rusia Belum Melancarkan Perang Diplomatik

Moskow, HanTer - Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitri Peskov menolak klaim bahwa Moskow "melepaskan" perang diplomatik di Barat.
 
Sebelumnya, Rusia juga telah mengusir 60 diplomat Amerika pada hari Kamis dan mengumumkan akan mengeluarkan lebih banyak dari negara-negara Barat lainnya yang telah bergabung dengan London dan Washington dalam mengusir diplomat Rusia atas dugaan keracunan mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia.
 
"Rusia belum melancarkan perang diplomatik," kata juru bicara Kremlin kepada wartawan pada hari Jumat (30/3/2018), sebagai tanggapan atas pengumuman Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis bahwa "tidak ada pembenaran" bagi langkah Rusia.
 
“Presiden Vladimir Putin sejak awal tetap menjadi pendukung untuk menjalin hubungan baik dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat. Rusia tidak pernah menjadi inisiator sanksi atau pengusiran para diplomat," tegas Peskov.
 
"Rusia tetap terbuka untuk memperbaiki hubungan," katanya, seraya menambahkan bahwa negara itu menginginkan hubungan persahabatan dari pada perselisihan yang berujung peperangan.
 
Dalam berita terkait, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil sejumlah diplomat Barat senior pada hari Jumat untuk menetapkan langkah-langkah balas dendam yang diambil dalam kebuntuan dengan Barat atas dugaan meracuni Skripal.
 
Petugas kedutaan dari Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Belanda, Kroasia, Belgia, Ukraina, Swedia, Australia dan Republik Ceko terlihat tiba di mobil resmi mereka di gedung Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.
 
Kementerian luar negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya memanggil perwakilan dari negara-negara yang telah mengambil tindakan tidak ramah terhadap Rusia dalam solidaritas dengan Inggris karena insiden Skripal.
 
"Para utusan akan menyerahkan nota protes dan menceritakan tentang tindakan pembalasan pihak Rusia," kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa kedutaan Inggris di Moskow diberi waktu satu bulan untuk memangkas jumlah diplomatnya di Rusia.
 
Sejauh ini, 24 negara Eropa telah mengumumkan bahwa mereka akan mengusir 122 diplomat Rusia selama beberapa hari mendatang. NATO juga mengusir tujuh diplomat dari misi Rusia ke aliansi.
 
Pengusiran ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak era Perang Dingin, sebuah istilah yang menggambarkan hubungan tegang antara AS dan Uni Soviet dari 1945 hingga 1989. Sekarang ada ketakutan akan Perang Dingin yang baru. 

(Hermansyah)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com