Penyanyi Kyla Christie Wujudkan Seni dan Wirausaha untuk Merubah Dunia

Penyanyi Kyla Christie Wujudkan Seni dan Wirausaha untuk Merubah Dunia


Jakarta, HanTer - Generasi kini tidak cukup menjadi warga Indonesia namun perlu mempersiapkan diri menjadi warga global. Tidak hanya berdampak pada bangsa Indonesia, namun mampu berdampak bagi dunia. Hal ini pun dilakukan Kyla Christie, artis cilik yang tenar dengan "Sing to Build Indonesia." Ia memprakarsai Sing to Build Indonesia yaitu program untuk membantu Indonesia yang kerap dilanda bencana alam seperti tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi.
 
Kyla pun memutuskan untuk melakukan sesuatu mempergunakan bakat bernyanyinya untuk mengumpulkan dana membangun kembali rumah tinggal, rumah jahit, rumah buku, rumah seni, rumah nyanyi untuk korban tsunami. Program Sing to Build Indonesia berkolaborasi dengan Mentawai Summit, Habitat for Humanity Indonesia, dan kemudian diadopsi oleh Habitat for Humanity United Kingdom,  berdampingan dengan program musisi Elton John.
 
Saat ini Sing to Build Indonesia telah berkembang menjadi Sing to Build the World. Sampai sekarang Kyla sudah pernah tampil untuk World Bank Confrence, Give Back UNICEF, termasuk dua kali bernyanyi dan tampil spontan bernyanyi di panggung David Foster Concert. Ia membawa Indonesa juara di pentas dunia : World Championshps of Performing Art yakni semacam olimpiade bagi para seniman pentas seni di Long Beach California,
 
Di usia 14 tahun, Kyla telah berhasil menggondol 7 penghargaan, di antaranya 5 medali emas di bidang bernyanyi vokal solo, termasuk diantaranya Industry Award yang merupakan penghargaan bergengsi dari para pelaku industri musik dan performing art dunia.
 
Yang membuat Kyla bahagia dan bangga adalah kala bernyanyi sambil memainkan sasando  serta berhasil meraih mendali emas untuk kategori sulit bernyanyi sambil memainkan alat musik melawan konstestan dunia lainnya yang bermain dengan piano, gitar dan alat musik internasional lain.
 
"Saya ingin memperkenalkan sasando Indonesia ke pentas dunia. Dari Indonesia ada lho alat musik yang unik, indah dilihat dan didengar. Bersyukur setelah melewati tantangan yang luar biasa, berhasil meraih juara medali emas. Waktu bermain, juri hening dan hikmat sekali, alat musik kita sungguh menggugah hati dan membuat kagum dunia," ujar Kyla yang berencana menempuh pendidikan ke luar negeri. 
 
Kyla selalu percaya, bila kita mau berlatih dan berusaha kita pun dapat berprestasi di skala dunia dan dapat berkontribusi dalam seni dunia dan hal lainnya. Sasando yang dibuat dari daun lontar dan bambu mampu menjadi daya tarik bagi pencinta dan juri musik dunia.
 
Hal ini yang kemudian menginpirasi Kyla, Kartini jaman now untuk menciptakan alat musik dari bambu yang merupakan alat musik eco friendly dan dapat turut melestarikan alam yang Kyla beri nama “Ethesque” yang berarti “beauty beyond this world”.

(safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com