Pendidikan Hak Bagi Manusia Secara Keseluruhan

Pendidikan Hak Bagi Manusia Secara Keseluruhan


Bekasi, HanTer - Praktek pendidikan sepatutnya dapat mengantarkan peserta didik agar mampu menemukan inti dasar kemanusiaan.  Menampilkan dirinya sesuai kodrat dan martabat kemanusiaannya. Mampu melaksanakan berbagai peranan sesuai tujuan menjadi manusia yang ideal.
 
Demikian antara lain disampaikan Director of Operations Nassa School, Anhar Anugrah, S.E.,M.M, di acara Seminar Pendidikan “Inclusive, Quality Education for All” yang berlangsung di Aula Bougenville Nassa Valley, Jati Murni, Pondok Melati, Bekasi, Rabu (11/04/2018).
 
Hakikat pendidikan inklusi, kata Anhar, dapat mendorong perubahan sikap anak ke arah lebih positif. Proses belajar yang dilakukan secara bersama-sama, mampu membentuk sebuah kelompok masyarakat yang tidak diskriminatif. “Bahkan menjadi akomodatif terhadap semua orang,” ujar Anhar di tengah audiens, yang sebagian besar kaum ibu dan para guru.
 
Proses belajar mengajar, lanjutnya, harusnya berlangsung tanpa dikotomi. Lembaga pendidikan harus memberi kesempatan belajar pada anak-anak berkebutuhan khusus bersama dengan anak-anak pada umumnya. “Sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan nyata sehari-hari,” terangnya.
 
Lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB), umumnya tidak mudah diterima masyarakat. Hal ini disebabkan lembaga sekolah kerap memisahkan peserta didik kategori khusus, dengan anak-anak pada umumnya. Sehingga lembaga sekolah menjadi eksklusif, dan peserta ajarnya kurang sosialisasi. 
 
“Dengan adanya model pendidikan inklusi, hal ini dapat memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar di sekolah pada umumnya, secara bersama-sama tanpa membeda-bedakan,” kata Anhar. 
 
Sementara, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Nasional Satu (Nassa) Valley, dr. Sally Fedrini, menyampaikan, proses belajar mengajar di lembaga yang dipimpinnnya, didasarkan pada kebutuhan individual dan kepribadian peserta didik. 
 
Menurutnya, guru berperan membantu. Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Disusun dalam bentuk topik-topik. “Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Bukan peserta didik yang harus menyesuaikan pada kurikulum dengan target-target akademik yang membebani,” papar Sally. 
 
Nassa School Valley, memberikan program inklusi dengan dukungan terapi yang komprehenshif. “Sekolah sebagai miniatur masyarakat memerlukan situasi yang mendukung, setara tanpa diskriminasi, dan berempati,” ujar Sally. 
 
Sebagai lembaga pendidikan yang sudah berusia 30 tahun lebih, setidaknya Nassa School memiliki pengalaman baik di bidang manajemen kelola lembaga sekolah. Sekolah dengan predikat K3 (kebersihan, kenyamanan dan keindahan) se-Kota Bekasi. 
 
Ditambahkan Sally, Nassa School Valley, juga peduli terhadap masalah lingkungan. Penanaman budaya lestari diajarkan kepada anak-anak sejak dini (TK-SD), melalui berbagai kreasi penataan lingkungan.

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com