Peleburan Badan Litbang Efektifkan Hasil Riset

Peleburan Badan Litbang Efektifkan Hasil Riset

Jakarta, HanTer – Penghapusan unit pengembangan dan penelitian (litbang) di kementerian/lembaga (KL) negara nampaknya secara serius bakal diwujudkan pemerintah.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan idealnya ada satu lembaga yang menaungi penelitian atau dengan kata lain terpusat.

"Saat ini, dana riset ada Rp24,9 triliun, namun dana tersebut tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga," kata Menristekdikti di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, banyaknya dana riset yang tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga justru membuat penelitian tidak efektif dan efesien. Selain itu juga kerap terjadi penelitian yang sama.
"Kami usul dilakukan desentralistik karena akan menjadi lebih baik, penelitian disesuaikan dengan kebutuhan dan lembaga. Kalau ini dilakukan, akan terjadi efisiensi yang cukup besar," katanya.

Di sejumlah negara, lanjut Menristekdikti, seperti Inggris, Korea Selatan, dan Tiongkok, penelitian dilakukan secara terpusat. Untuk itu, dia berharap penelitian di Tanah Air dikelola oleh satu kementerian atau lembaga.

Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengatakan, saat ini pemerintah sedang merancang payung hukum untuk mewujudkan integrasi litbang KL. Payung hukum itu direncanakan berbentuk undang-undang

"Lagi dibahas di DPR bersama pemerintah dan Kemenristekdikti. Targetnya tahun ini selesai," ujar Bambang.

Sementara itu, sebelumnya Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan soal ketidakefisiensian anggaran penelitian dan pengembangan di sejumlah kementerian dan lembaga. Alhasil, dana riset sebesar Rp24,9 triliun dinilainya menjadi tidak efektif.

"Kalau enggak dikumpulin enggak kelihatan. Kalau dikumpulin baru kelihatan gede banget itu. Harusnya dibikin saja desain besarnya apa, golnya apa. Misalnya urusan durian, bukan penelitiannya hanya buat si peneliti," tandasnya. 

 

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com