NCW: Dugaan Korupsi di Kota Bekasi dapat Sorotan Tajam

NCW: Dugaan Korupsi di Kota Bekasi dapat Sorotan Tajam

Bekasi, HanTer - Dugaan korupsi sejumlah proyek di Kota Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan tajam. Salah satunya datang dari Nasional Corruption Watch (NCW).
 
Ketua Umum NCW, Syaiful Nazar mengatakan, jelang Pilkada 2018 di sejumlah daerah, calon incumbent kerap tergoda untuk memanfaatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam membiayai dana kampanye.
 
"Masih hangat dalam ingatan kita terkait dengan penetapan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar oleh KPK, karena adanya dugaan suap. Hasil penelusuran diduga untuk dijadiikan modal kampanye,” ujar Syaiful, Selasa (17/4/2018).
 
Tak hanya itu, Syaiful pun menduga adanya korupsi terkait bantuan dari Provinsi DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi. 
 
''Menurut informasi yang berkembang RE sering mengadakan pertemuan dengan sejumlah SKPD. Diduga untuk membicarakan masalah angggaran kampanye. Karena kalau berbicara mobilisasi massa ASN tidak berani berbuat banyak. Karena takut disemprit oleh Panwaslu,” kata Syaiful.
 
Terkait adanya dugaan korupsi Proyek Pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran), dia menduga ada dana yang mengalir ke mantan wali kota.
 
Diketahui, Center for Budget Analysis (CBA) bersama Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik), melaporkan adanya dugaan dua kasus korupsi di wilayah Kota Bekasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Senin (16/4/2018).
 
Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman mengatakan, temuan pertama adalah tiga proyek di bawah tanggungjawab Kelompok Kerja B Barang/Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018.
 
Untuk Pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi  sebesar Rp91.819.350.000. Pemenang PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern yang beralamat di Cikini, Jakarta Pusat.
 
Kemudian Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran) untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi  sebesar Rp78.051.670.000. Pemenang PT. Intan Cipta Perdana beralamat di Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
 
Lalu Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran). Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp651.766.000. Sedangkan untuk konstruksi  sebesar Rp25.219.500.000. Pemenang PT. Putra Nanggroe Aceh beralamat di Aceh Jaya Kabupaten Aceh.
 
Hingga berita ini diturunkan redaksi belum mendapat keterangan resmi dari pihak Pemkot Bekasi. 
 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com