EEC Foundation Luncurkan Aset Digitalisasi Teranyar

EEC Foundation Luncurkan Aset Digitalisasi Teranyar

Jakarta, HanTer - Energy Eco Chain (EEC) kembali meluncurkan ET Hybrid Blockchain generasi ketiga (3.0). ET Hybrid Blockchain ini era digitalisasi aset dan pengembangan aplikasi tingkat perusahaan yang terbaik. Saat ini ET Hybrid Blockchain juga telah dimanfaatkan di kawasan Otorita Batam sebagai proyek percontohan pertama di Indonesia.

Chief Operating Officer, EEC Foundation, Tony Huang mengatakan, dibanding dengan Blockchain 1.0 seperti Bitcoin Network dan Blockchain 2.0 seperti Ethereum maka ET hybrid chain technology 3.0 ini memiliki banyak keunggulan yakni menyediakan kontrak cerdas yang fleksibel dan disesuaikan meliputi digitalisasi aset, manajemen keuangan dan perdagangan aset terdistribusi, dan lain-lain.

“Kedua, ET hybrid chain 3.0 memiliki sistem keamanan aset digital yang komprehensif. Contohnya, dapat menyediakan fungsi multi-tanda tangan ke dompet digital sehingga beberapa pengambil keputusan dapat secara bersama mengelola aset digital," paparnya di Jakarta, Rabu (18/4/2018)

Selain itu, sambung Tony, ET hybrid chain 3.0 juga menyediakan proses persetujuan perusahaan yang disesuaikan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan penipuan.

Jika pemegang kunci pribadi tidak dapat melakukan tanggung jawabnya karena keadaan yang tidak terduga, sistem keamanan akan memberikan perlindungan dan mekanisme pemulihan untuk aset digital perusahaan.

"Ketiga, ET hybrid chain 3.0 ditampilkan dengan skalabilitas yang efektif. Karena ET hybrid chain 3.0 memiliki kedua karakteristik blockchain publik dan swasta," jelasnya.

Lebih lanjut Tony mengatakan, di area publik, data dasar dapat ditransmisikan dan diproses secara aman dan transparan. Sementara di area pribadi, data yang sensitif dan data financial pun akan dilindungi.

Selain perlindungan privasi, blockchain pribadi membuat proses lebih cepat dan lebih efektif dengan transaksi per detik mencapai 2.000, yang memungkinkan banyak aplikasi blockchain tingkat perusahaan untuk beroperasi secara tetap di ET blockchain hybrid.

Tony mengungkapkan, selain Batam, ET blockchain hybrid juga bermitra dengan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Dengan organisasi internasional yang paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik maka diharapkan dapat meningkatkan mekanisme pembentukan konsensus untuk perdagangan energi digital. Serta memperkuat kerja sama pemerintah dan integrasi lintas lapangan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

Kepala BP Batam Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo MA mengatakan, EEC
adalah mitra yang sangat penting dalam Smart Digital Economy Initiative (SDEI) Batam. Oleh karena itu pihaknya sangat senang melihat kemajuan pengembangan teknologi EEC dengan kecepatan melampaui apa yang diharapkannya.

Diharapkan teknologi blockchain hybrid dapat diterapkan dengan baik di bidang pembangunan hubungan keuangan digital, serta promosi infrastruktur dan layanan e-government.

Peluncuran ET hybrid chain menarik perhatian hampir 100 peserta yang terdiri dari para pemimpin bisnis dari Asia serta pejabat senior dari pemerintah Indonesia, pengusaha lokal di berbagai industri seperti keuangan, TI, rantai suplai energi, manufaktur, dan lainnya.

Yang berminat untuk melakukan kerjasama cukup banyak dan mitra potensial tersebut akan mengembangkan aplikasi customized blockchain menggunakan ET hybrid chain dalam waktu dekat. 

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com