BJ Habibie: R80 Jawaban Membangun Ekosistem Industri Dirgantara Nasional

BJ Habibie: R80 Jawaban Membangun Ekosistem Industri Dirgantara Nasional

Jakarta, HanTer - Sebagai langkah awal keikutsertaan TUCANA Engineering dalam program pengembangan pesawat R80, PT Regio Aviasi Industri (RAI) dan TUCANA Engineering Ukraine telah menandatangani Framework Agreement sebagai pada 13 April 2018. 
 
Penandatangan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Direktur Utama PT RAI, Agung Nugroho dan CEO TUCANA Engineering Ukraine, Myroslav Krekota di Wisma Habibie & Ainun, Munich, Jerman yang disaksikan langsung pendiri dan Komisaris Utama PT RAI, Prof. Dr.Ing. BJ Habibie, Prof. Dr. Vladimir Kulchitsky, pendiri dan Chairman dari Progresstech Group yang merupakan perusahaan induk TUCANA Engineering, Andrey Sharnin, selaku CEO Progresstech Group dan Desra Ghazfan, CIO PT RAI.
 
Presiden RI ketiga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung kepada transportasi udara. 
 
"Dan pesawat R80 merupakan jawaban atas tantangan tersebut dan diharapkan program pengembangan pesawat R80 ini juga akan membangun ekosistem industri dirgantara nasional," kata Prof. BJ Habibie lewat pernyataan tertulisnya dari Munich, Jerman, Rabu (18/4/2018).
 
Kerjasama kedua perusahaan mengembangkan pesawat R80 dengan bentuk risk sharing partner disebutnya menunjukkan pentingnya kerjasama industri pesawat terbang bagi kedua belah pihak. 
Dalam kerjasama ini, TUCANA Engineering akan menjadi engineering dan design provider bagi PT RAI untuk tahapan fase full scale development.
 
"Kerjasama ini juga akan menjadi rintisan kerjasama industri pesawat terbang kedua negara yang lebih luas di masa yang akan datang," ucap Direktur Utama PT RAI, Agung Nugroho.
 
PT RAI lanjut Agung, yakin dengan kemampuan TUCANA Engineering. Dimana keberhasilan implementasi dari perjanjian hari ini akan memastikan program R80 dapat diselesaikan dengan tepat waktu. 
PT RAI sendiri saat ini sedang mengembangkan program pesawat R80 untuk pasar dalam negeri dan internasional yang telah menyelesaikan Fase 1, yaitu Preliminary Design dan Feasibility di tahun 2016.
"Tercatat 155 pesawat yang sudah di order ke kita. Dan saat ini akan memasuki Fase 2, yaitu Full Scale Development yang direncanakan akan selesai di tahun 2025," jelas Agung.
 
Dan selanjutnya di tahun 2022, PT RAI akan melakukan terbang perdana R80. Sedangkan untuk Fase 3, yaitu Fase Komersial akan dimulai tahun 2025 yang ditandai dengan mulainya PT RAI menyerahkan pesawat bagi para konsumennya. 
 
Untuk diketahui, pesawat R80 telah diberikan status Program Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden No. 58/2017 karena peran pentingnya dalam agenda pemberdayaan industri strategis nasional. 
 

(romi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com