KCN Gugat Balik PT Kawasan Berikat Nusantara

KCN Gugat Balik PT Kawasan Berikat Nusantara

Jakarta, HanTer - Perkara gugatan perdata yang diajukan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) terhadap PT Karya Citra Nusantara (KCN) semakin panas. Kali ini KCN akan menggugat balik KBN dengan alasan telah melakukan perbuatan melawan hukum. KCN berharap majelis hakim dapat mengabulkan gugatan balik tersebut.
 
"Kita memasukkan gugatan balik (rekonpensi) bahwa Tergugat Rekonpensi telah melakukan PMH (perbuatan melwn hukum) juga," ujar Yevgeni Lie Yesurun, kuasa hukum KCN di Jakarta, Selasa (24/4/2018).
 
Yevgeni menegaskan, satu diantara alasan pihaknya menggugat balik karena KBN telah melakukan penutupan jalan masuk sehingga menggangu dan menghambat  aktifitas KCN. Penutupan jalan masuk ke pelabuhan membuat KCN terganggu untuk menyelesaikan pembangunan dermaga maupun kegiatan operasional lainnya.
 
"Penutupan jalan oleh Tergugat Rekonpensi ini bertentangan dengan UU No.38 Tahun 2004 Tentang Jalan. Selain bertentangan dengan UU, penutupan jalan juga bertentangan dengan kepatutan," tegasnya.
 
Yevgeni juga menuturkan gugatan balik yang dilakukannya merupakan satu kesatuan dengan jawaban yang diberikan KCN. Ia berharap selain mengabulkan gugatan balik, majelis hakim juga mengabulkan tuntutan ganti rugi dan menghukum Tergugat Rekonpensi untuk membayar ganti rugi atas kerugian yang dialami KCN baik kerugian materil maupun kerugian imateril.
 
Namun Yevgeni belum mau membuka secara rinci terbaik bukti yang akan diajukan dalam gugatan balik tersebut. Namun yang jelas KCN memilki bukti untuk menguatkan gugatan baliknya.
 
"Bukti-bukti masih kita simpan, tapi untuk meneguhkan dalil-dalil gugatan, kita punya banyak bukti," tegasnya.
 
Dikonfirmasi Hendra Gunawan, kuasa hukum KBN enggan berkomentar terkait gugatan balik KCN. Alasannya ia masih mempelajari gugatan balik tersebut. "No komen dulu. Masih dipelajari," ujarnya.
 
PT Karya Citra Nusantara(KCN) digugat secara perdata oleh induk perusahaan patungannya PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero). Diketahui KCN adalah perusahaan patungan (joint venture)antara KBN yang memiliki 15 persen saham dengan PT Karya Teknik Utama (KTU) yang memiliki 85 persen saham.
 
Gugatan dilayangkan KBN lantaran KCN dianggap melakukan perbuatan melawan hukum terkait adanya perjanjian konsesi. KBN menggugat KCN sebagai tergugat 1, mereka juga menggugat Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
 
KBN juga menggugat KTU sebagai tergugat 3. KBN melayangkan gugatan karena tidak terima adanya perjanjian konsesi HK.107/1/9/KSOP.Mrd-16 Nomor 001/KCN.KSOP/Konsesi/XI/2016 pada 29 November 2016.
 
Perjanjian Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Terminal Umum Karya Citra itu dianggap melawan hukum.
 
Alasannya, dalam perjanjian konsesi itu Kementerian Perhubungan memberikan izin konsesi pengelolaan ke KCN atas pelabuhan Pier I, Pier II dan Pier III sepanjang kurang lebih 1700 meter mulai dari Cakung Drain hingga sungai Kali Blencong.
 
Pelabuhan tersebut dalam hal ini lahannya diklaim KBN adalah miliknya.Dalam petitumnya KBN menuntut agar KCN tidak membangun dan melaksanakan kegiatan di wilayah konsesi tersebut. KBN juga meminta Kementerian Perhubungan dan KCN membayar uang paksa senilai seperseribu dari total kerugian materiil atau berjumlah Rp 154 juta per hari bila terlambat menjalankan putusan ini.
 
Padahal di dlm perjanjian awal antara KBN & KTU tahun 2005, Bibir pantai sepanjang 1700 m telah di serahkan oleh KBN utk kemudian dikembangkan oleh KTU selaku pemenang Tender atas pengembangan lahan c-01 marunda melalui perusahaan patungan dalam hal ini KCN.

(Safari)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com