TAJUK: Tokoh PA 212 Menagih Janji Presiden Jokowi

TAJUK: Tokoh PA 212 Menagih Janji Presiden Jokowi


Ada point penting dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan ulama, tokoh agama dan pengurus Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Istana . Bogor, Minggu (22/4/2018). Pertama terjalinnya silaturahmi dan komunikasi antara  umara dan ulama, kedua, menjalin persaudaraan, ukhuwah, dan ketiga menjadi ajang penyampaian uneg-uneg, saran maupun kritik kepada presiden.

Presiden Jokowi membenarkan pertemuan tersebut. Ia mengatakan pertemuan itu merupakan pertemuan biasa dalam rangka menjalin silaturahmi antara umara dan ulama.

Hal penting lainnya adalah para pengurus dan petinggi PA 212 bisa menanyakan langsung apa yang menjadi janji Jokowi yang akan menghentikan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh-tokoh yang terkait aktivis 212  dan aktivis keagamaan lainnya.

Tentu saja dialog yang terjadi antara presiden dan para tokoh itu kita nilai sangat bagus, karena bisa disampaikan dan dijawab secara langsung pula oleh presiden. Berbagai kalangan juga mengapresiasi dan menilai positif pertemuan presiden dengan tokoh PA 212 tersebut. Namun di sisi lain ada juga yang mencurigai bahwa pertemuan itu terkait dengan tahun politik, jelang pilkada serentak dan Pilpres 2019.

Ketua Umum Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam membantah adanya pembahasan politik dalam pertemuan Tim 11 dengan Presiden Jokowi tersebut. Juga tidak ada pembicaraan mengenai dukungan politik dalam pemilihan presiden 2019. Pertemuan hanya dibahas kriminalisasi terhadap ulama. Tim 11 memberikan informasi yang lebih akurat untuk Presiden Jokowi.

Selain itu, Tim 11 mendesak Presiden Jokowi segera menghentikan kriminalisasi terhadap ulama. Dulu presiden menyebutkan tidak akan ada kriminalisasi terhadap ulama, namun fakta-faktanya Tim 11 menemukan masih ada.

Indonesia negara besar.Diharapkan dengan tersambungnya silaturahim, beriringannya ulama dan umara, dapat menyelesaikan banyak masalah atau masalah yang ada di masyarakat, di umat,  lalu bisa kita selesaikan secara bersama-sama.

Karena itu, perlu sinergi antara ulama dan umara untuk membangun negeri ini lebih kuat. Terkait hal inilah para tokoh itu menampaikan masukan berbagai program ke depan.

Tentu saja setelah mendapat masukan dari para tokoh dan aktivis tersebut diharapkan agar Presiden segera berindak, terutama untuk menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 serta mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasi sebagai warga Negara.

Terpenting adalah, sebaiknyapertemuan ulama dan tokoh agama tersebut  kita pandang sebagai bagian dari tugas amar makruf nahi mungkar kepada pemimpin, bahkan termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadits Nabi SAW.

"Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah mengatakan kata-kata yang benar yang di depan penguasa yang jair. Musnad Ahmad Juz 17/228,"  ujar Misbahul Anam.

Umat berarap para ulama, tokoh dan aktivis keagamaan harus tetap istiqomah dalam perjuangan membela kebenaran dan keadilan, serta melaksanakan amar makruf nahi mungkar, dan tetap mendesak Presiden untuk segera menghentikan kebijakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212.

(***)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com