Diusut, Praktik Pungli Akreditasi Penyetaraan Ijazah

Diusut, Praktik Pungli Akreditasi Penyetaraan Ijazah

Jakarta, HanTer - Direktur Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Paristiyanti Nuwardani berjanji akan mengusut praktik pungutan liar (Pungli) akreditasi penyetaraan ijazah para lulusan perguruan tinggi asing.

"Kalau sampai ada yang dikenai pungli, laporkan biar kami tindak," ujar Paristiyanti di Xiamen, China, seperti dilansir Antara, Minggu (29/4/2018).

Ia menegaskan bahwa penyetaraan ijazah para lulusan perguruan tinggi di luar negeri tidak dipungut biaya sepeser pun. "Permohonan juga bisa dilakukan secara online (dalam jaringan) sehingga pemohon tidak perlu datang ke Jakarta," ujarnya.

Dalam 12 hari kerja, lanjut Paristiyanti, lembar akreditasi penyetaraan dalam bentuk bahasa Indonesia  harusnya selesai diproses. "Jadi hasil penyetaraan langsung keluar dalam bentuk Bahasa Indonesia sehingga bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau keperluan lain," ujar mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina, itu.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2017, pihaknya telah mengeluarkan sekitar 6.000 akreditasi penyetaraan ijazah para lulusan perguruan tinggi di luar negeri. "Jumlahnya bertambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya sekitar 5.000 akreditasi," ujar Paristiyanti, seperti dilansir dari Antara.

Sebagai informasi, permohonan akreditasi penyetaraan ijazah sering dikeluhkan oleh pelajar Indonesia yang lulus dari perguruan tinggi di China. Mereka bahkan sempat menyampaikan keluhan rumitnya proses pengajuan permohonan akreditasi penyetaraan ijazah kepada Menristek Dikti M Nasir saat berkunjung ke KBRI Beijing awal bulan ini.

Dikutip dari laman Kemenristekdikti, penyetaraan ijazah luar negeri adalah proses penilaian kesetaraan gelar hasil pendidikan luar negeri dengan gelar akademik atau sebutan profesional di Indonesia. Hasil penyetaraan berupa penerbitan SK penetapan hasil kesetaraan yang memberi jawaban gelar luar negeri tersebut dapat disetarakan dengan D3/D4/S1/S2/S3/SP-1 di Indonesia. 

 

(Arbi)

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com

Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com